Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kisah Aliansyah, Pembalak Liar Yang Kini Jadi Pelestari Hutan Paser, Kaltim
Minggu, 27 Maret 2022 16:10 WIB
Sebelumnya
Usaha yang ditekuni Aliansyah dkk ini sudah menghasilkan. Pada 2020, KTH Nyungen Jaya panen 120 liter madu. Di 2021 melonjak menjadi 227 liter. Namun, Januari 2022 hanya mendapatkan 5 liter. “Karena cuaca, hujan terus. Hujan membuat bunga yang menjadi makanan utama kelulut (sebutan lain Trigona) hilang, gugur,” ujarnya.
Hasil panen madu tersebut dijual ke KPHP Kendilo dengan harga Rp 200 ribu per liter pada 2020. Namun, di 2021 ada kenaikkan, harganya menjadi Rp 250 ribu per liter. Uang hasil penjualan tersebut dibagikan kepada anggota KTH Nyungen Jaya. Rinciannya, sebesar 50 persen untuk pekerja, 30 untuk kelompok, dan 20 persen untuk kas.
Baca juga : Jelang Ramadan, Vaksinasi Yang Digelar Binda Kepri Diserbu Ribuan Masyarakat
Menurut Aliansyah, sekarang sebagian temannya yang dulu menjadi pembalak liar sudah bergabung dengan KTH. “Ya karena kesadaran. Sadar, jika hutan ini gundul, akan merugikan kita dan anak cucu nanti,” imbuhnya.
Terlebih, kata dia, jadi pembalak capek, butuh fisik dan tenaga yang prima. Sementara membudidayakan madu trigona mudah dan cukup santai. “Hanya bersih-bersih dan periksa stup saja, ada semut atau tidak,” akunya.
Baca juga : Pemerintah Izinkan Mudik Lebaran, Ini Catatan DPR
Karena itu, selain budidaya madu, KTH Nyungen ini juga bertani karet, durian, kelengkeng, kaliandra, dan jengkol. Nah, selain masing-masing tanaman tersebut memiliki manfaat ekonomi serta lingkungan, juga berguna bagi keberlangsungan budidaya madu. Sebab, bunga-bunga dari tanaman itulah sumber makanan kelulut.
“Stup yang berada dekat pohon karet, hasil produksi madunya akan lebih banyak. Selain itu, Kelulutnya juga menghasilkan propolis,” jelasnya.
Baca juga : Panglima Andika Larang Prajurit TNI Jadi Pengamanan Proyek
Usaha Aliansyah dkk menjadi bukti nyata hasil hutan bukan kayu pun bisa menyejahterakan masyarakat. Aliansyah dan kelompoknya juga giat melakukan penanaman lahan dengan tanaman buah-buahan dan tanaman berguna lainnya di Desa Rantau Atas, Paser. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya