Dewan Pers

Dark/Light Mode

Urusan Gorden DPR Makin Rame

Satu Rumah Dijatah 90 Juta, Ampun Deh...

Selasa, 29 Maret 2022 06:36 WIB
Gedung DPR RI. (Foto: Istimewa).
Gedung DPR RI. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengadaan gorden Rp 48 miliar untuk rumah dinas Anggota DPR di Kalibata, Jakarta, terus dikritik rakyat. Setjen DPR yang punya kerjaan ini, kemarin memberikan klarifikasinya. Namun, bukannya bikin rakyat adem, malah tambah jadi panas. Salah satu pemicunya, ternyata dari total anggaran itu, gorden satu rumah anggota DPR dijatah senilai Rp 90 juta. Angka ini dianggap kemahalan.

Usulan peremajaan gorden itu tercatat dalam situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) DPR, dengan kode tender 732087 yang dinamai Penggantian Gordyn dan Blind DPR RI Kalibata. Anggaran untuk pengadaan gorden ini mencapai Rp 48,7 miliar. Selain itu, dalam LPSE juga ada proyek pengaspalan Kompleks Parlemen senilai Rp 11 miliar. Sehingga totalnya menjadi Rp 59,7 miliar. Dua proyek ini diusulkan sejak 8 Maret lalu.

Saat ini, lelang pengadaan gorden itu dalam proses evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis, dan harga. Tendernya, sudah diikuti 49 peserta, dan memiliki batas waktu hingga 11 April 2022 sampai tahap penandatanganan kontrak.

Berita Terkait : Rusunawa Juga Wajib Dilengkapi Lift Lho...

Sekjen DPR Indra Iskandar menjelaskan, anggaran Rp 48,7 miliar itu, dialokasikan untuk 505 unit rumah. Dengan harga rata-rata gorden satu unitnya sekitar Rp 80 juta hingga Rp 90 juta.

Tiap rumah, gorden itu digunakan untuk 11 ruangan. Rinciannya, lantai 1 yang terdiri dari jendela ruang tamu, 2 jendela ruang keluarga, 3 jendela ruang kerja, 4 jendela ruang tidur utama, 5 jendela dapur, 6 jendela tangga. Sementara, di lantai 2 untuk 2 jendela ruang tidur anak, jendela ruang keluarga, dan jendela ruang tidur asisten rumah tangga.

Soal desain, bahan, spesifikasi teknis, serta harga perkiraan, kata Indra, disusun konsultan perencana melalui proses unit pelayanan. Sayangnya, Indra tidak menjelaskan detail spesifikasi gorden. Indra hanya memastikan, gorden yang digunakan produk dalam negeri. Spesifikasi itu ditawarkan melalui proses tender.

Berita Terkait : Wow, Jualan Sayuran Dan Sembako Di GrabMart, Titin Raih Omzet Rp 90 Juta Per Bulan

"Jadi, pabrikan dalam negeri. Itu sudah masuk dalam spek. Siapa pun yang mau ikut lelang, silakan. Nanti semua data dukungnya tentu kami minta pabrikannya penggunaan bahannya, contohnya, karena lelang ini belum selesai prosesnya," ujar Indra.

Ia juga memastikan, proses pengajuan anggaran gorden ini sudah melalui proses pemeriksaan Inspektorat Utama DPR dan dibahas dengan Panja Badan Urusan Rumah Tangga (BURT). Juga telah dilihat kelayakan harga pasar yang menjadi dasar pengajuan anggaran.

"Sebelum diajukan ke Kemenkeu (Kementerian Keuangan), mekanisme di DPR, di Sekretariat, juga melalui mekanisme beberapa kali pembahasan dengan Badan Urusan Rumah Tangga. Jadi, semua kegiatan itu, di samping di-review oleh Inspektorat Utama, juga dilakukan pembahasan yang sangat intensif dengan Panja BURT," urai Indra.
 Selanjutnya