Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Anggarkan Baju Dinas 1,7 M
Wakil Rakyat Kebon Sirih Ketularan Virus Senayan
Rabu, 30 Maret 2022 06:45 WIB
Sebelumnya
Keharusan memakai pakaian tertentu, seperti jas dan pakaian adat daerah juga diwajibkan dalam sidang paripurna dan acara kenegaraan lainnya. Aturan ini tertuang dalam Perda No.1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib DPRD DKI Jakarta.
“Jadi bukan pemberian kemewahan kepada anggota dewan seperti yang sering disangka oleh sebagian masyarakat,” terang Bambang, saat dihubungi, tadi malam.
Dia lantas merinci jumlah anggaran yang didapat setiap anggota dari total proyek sebesar Rp 1,75 miliar. Bila dibagi untuk 106 pimpinan dan anggota dewan, maka jatah tiap orang sekitar Rp 13 juta setelah dipotong PPN, PPh dan biaya biaya administrasi lainnya. Nilai segitu, kata Bambang, merupakan hal yang wajar untuk pembelian dua setel pakaian dinas yang berkualitas menengah.
Baca juga : Perut Rakyat Harus Kenyang
Apalagi, pengadaannya dilakukan melalui lelang terbuka yang kompetitif. Sehingga realisasinya masih di bawah pagu tersebut. Dia Mengklaim, beberapa anggota dewan malah sering nombok, bila menghendaki kualitas bahan baju yang lebih baik dari jatah yang diberikan.
“Harapan saya mudah-mudahan penjelasan ini dapat memberikan penjelasan kepada teman-teman yang telah mendapat informasi keliru tentang pengadaan pakaian dinas ini. Seolah-olah ini adalah pemberian kemewahan bagi anggota Dewan,” imbuh Bambang.
Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin mengaku miris dengan lomba balapan proyek di DPR dan DPRD. Padahal, di saat yang sama, rakyat di tingkat bawah lagi kesulitan dengan berbagai harga kebutuhan pokok yang melonjak. Sementara para wakilnya di legislatif malah membuat proyek yang tidak mendesak.
Baca juga : Nyeri Tenggorokan Akibat Omicron? Begini Cara Mengatasinya
Menurutnya, akan lebih bijak, bila proyek yang tidak mendesak ini, dananya dialihkan untuk rakyat. Minimal untuk membantu masyarakat di daerah pemilihannya masing-masing yang memang lagi kesusahan.
“Kalau itu dilakukan, maka para wakil rakyat ini bisa disebut sebagai pahlawan. Namun, jika ternyata mereka setuju dengan proyek ini, ini sungguh keterlaluan,” kata Ujang saat dihubungi semalam.
Tak hanya di dunia nyata, di dunia maya, kritik terhadap proyek baju dinas itu juga ramai disuarakan warganet. Akun @Jaga_Nusantara9 menilai, dengan gaji besar sebagai wakil rakyat, aneh kalau baju dinas saja masih dibeliin. “Presiden saja sering memakai kemeja putih aja kalau kerja. Jas hanya sesekali kalau ada acara resmi internasional dan nasional. DKI dan DPRD ngapain?” sindirnya. “Rp 1,7 miliar kalau dibeliin minyak goreng dapat berapa liter ya?” tanya @Pnikmatsenja420. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya