Dark/Light Mode

Anggarkan Baju Dinas 1,7 M

Wakil Rakyat Kebon Sirih Ketularan Virus Senayan

Rabu, 30 Maret 2022 06:45 WIB
Gedung Baru DPRD DKI Jakarta. (Foto: Dok. DPRD DKI Jakarta).
Gedung Baru DPRD DKI Jakarta. (Foto: Dok. DPRD DKI Jakarta).

RM.id  Rakyat Merdeka - Virus menghamburkan uang rakyat di DPR yang bermarkas di Senayan, ternyata ikut menular ke DPRD DKI Jakarta yang bermarkas di Kebon Sirih. Penilaian ini muncul setelah DPRD DKI diketahui telah menganggarkan baju dinas anggota DPRD senilai Rp 1,7 miliar.

Proyek pembelian baju dinas ini bisa dilihat dalam situs Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa (LKPP). Dalam situs tersebut dijelaskan, paket yang akan dilelang merupakan penyediaan pakaian dinas dan atribut DPRD DKI Jakarta dengan tender yang akan digelar Mei 2022. Lelang tersebut memiliki nomor identifikasi 33763197 dengan satuan kerja Sekretariat DPRD DKI Jakarta.

Pengadaan pakaian dinas anggota DPRD DKI tersebut juga dapat dilihat dalam dokumen APBD DKI Jakarta 2022 di situs apbd.jakarta.go.id. Terdapat empat jenis pakaian yang akan dibuat untuk 106 anggota DPRD DKI DKI Jakarta.

Baca juga : Perut Rakyat Harus Kenyang

Jenis pakaian pertama adalah pakaian sipil harian (PSH) sebanyak 212 setel untuk 106 anggota Dewan dengan anggaran Rp 582.673.520. Kedua, pakaian dinas harian anggota DPRD sebanyak 106 setel untuk 106 anggota Dewan dengan nilai anggaran Rp 316.099.320.

Ketiga, pakaian sipil resmi sebanyak 106 setel untuk 106 anggota Dewan dengan nilai proyek sebesar Rp 423.327.960. Keempat, pakaian khas daerah masing-masing dari 106 anggota Dewan dengan total anggaran mencapai Rp 423.327.960. Setiap anggota Dewan mendapat 1 setel.

Selain pakaian dinas, masih ada lagi biaya tambahan untuk jasa analisis laboratorium dengan tiga sampel baju sebesar Rp 1.306.800. Sehingga total anggaran yang dihabiskan untuk seluruh baju dan tambahan jasa analisis laboratorium mencapai Rp 1.746.645.560.

Baca juga : Nyeri Tenggorokan Akibat Omicron? Begini Cara Mengatasinya

Proyek pakaian dinas bagi wakil rakyat Kebon Sirih itu tentu saja menuai protes. Apalagi di saat yang sama, DPR di tingkat pusat juga lagi disorot dengan sejumlah proyek fantastis dengan nilai anggaran yang tidak kecil. Mulai dari pembelian gorden untuk rumah dinas DPR sebesar Rp 48,7 miliar, pengadaan AC sebesar Rp 3,03 miliar hingga pengaspalan jalan sebesar Rp 11 miliar.

Namun, Sekretaris Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta, Oman Rohman Rakinda menganggap proyek pengadaan baju dinas itu adalah hal yang wajar. Menurutnya, pakaian dinas itu memang dibutuhkan anggota dewan untuk bekerja.

“Iya biasanya kita dapat tiga stel tiap tahun. Saya pikir memang perlu untuk anggota,” cetus Oman, tadi malam.

Baca juga : Media Internasional Ramai-ramai Stop Siaran Dari Rusia

Ketua Fraksi PAN DPRD DKI Bambang Kusmanto menjelaskan, fungsi dari pakaian dinas dan atribut tersebut. Menurutnya, itu merupakan suatu penghormatan kepada lembaganya, bukan individunya. Apalagi, hal ini diatur dalam PP 18/2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Anggota Dewan di seluruh Indonesia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.