Dark/Light Mode

7 Tahun Masih Bicara Cebong, Kampret, Kadrun Dan BuzzerRp

Hai Netizen, Sudahlah Nggak Ada Gunanya..!

Selasa, 19 April 2022 06:35 WIB
Twitter. (Foto: REUTERS).
Twitter. (Foto: REUTERS).

 Sebelumnya 
Sementara, istilah BuzzeRp dipopulerkan @Dhandhy_Laksono dan @HokGie_, 2 Agustus 2019. Istilah ini digunakan ketika menyoroti serangan para buzzer terhadap dokumenter Sexy Killers terkait industri batu bara yang disutradarai Dhandhy Dwi Laksono.

"Di Twitter dengan QUERY 'buzzerp since:2017-1-1 until:2019-8-10 -from:buzzeRp_COSPLAY' ditemukan akun @Dandhy_Laksono pertama kali me-mention 'buzzeRp' pada 2 Agustus 2019. Pada hari yang sama, @HokGie_ juga menggunakan untuk konteks yang sama," jelas Ismail.

Baca juga : 2 Tahun Pacaran, Dua Lipa Dan Anwar Hadid Putus

Dalam satu tahun terakhir, hanya satu klaster yang aktif me-mention buzzeRp dan variasinya buzzerRp. Digunakan dari kalangan oposisi dan aktivis kontra pemerintah. "Klaster yang dipanggil buzzeRp, yang dianggap dibayar jadi buzzer," jelas Ismail.

Meski Pilpres 2019 sudah berakhir dengan kemenangan Jokowi dan Prabowo menjadi bagian dari Pemerintah, istilah-istilah itu masih terus digunakan. Ismail menyebut, hal ini kian melanggengkan polarisasi. "Semakin sering panggilan-panggilan ini disebutkan, semakin polarisasi jadi besar dan terus terjaga," sesal Ismail.

Baca juga : Panglima Dan Kapolri Nggak Ada Matinye

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai, diksi seperti ini membuat politik Indonesia kehilangan esensial. Untuk menghentikan polarisasi ini, Dedi memandang, jalan keluarnya adalah komitmen penegak hukum.

Banyak warganet juga sebenarnya tidak suka dengan istilah-istilah seperti itu. Mereka meminta agar pihak-pihak yang menggunakan istilah itu, berhenti. Karena penggunaan istilah itu tidak ada gunanya. "Sudahi itu semua. Mari bersatu," pinta @Dedy_313.

Baca juga : Di Depan Corona, Harta Dan Tahta Tak Sakti Lagi

Akun @magelang_raya jengkel dengan netizen yang masih menggunakan istilah itu. "Sejak awal muncul kata cebong, kampret, kadrun, gua udah nggak respek sama orang-orangnya yang sering ngucapin kata itu," tulisnya.

Sedangkan akun @zeeya_amir mengaku tidak pernah menggunakan istilah itu. "Tetap istiqomah, nggak ikut-ikutan memakai sebutan cebong, kampret, kadrun. Dan menghindari perdebatan," imbuhnya. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.