Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kasus Penipuan Investasi Indosurya

Tersangka Hendak Cairkan Aset Di Inggris 30 Juta Dolar

Selasa, 17 Mei 2022 07:30 WIB
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim, Brigadir Jenderal (Brigjen) Whisnu Hermawan. (Foto: Dok/Humas Polri).
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim, Brigadir Jenderal (Brigjen) Whisnu Hermawan. (Foto: Dok/Humas Polri).

RM.id  Rakyat Merdeka - Bos Koperasi Simpan Pinjam Indosurya, Henry Surya menyimpan kekayaan di Inggris. Jumlahnya mencapai 30 juta dolar Amerika. Tersangka penipuan investasi itu hendak mencairkan aset ini.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim, Brigadir Jenderal (Brigjen) Whisnu Hermawan mengatakan, otoritas Inggris memberitahukan keberadaan aset Henry di negaranya. Diberitahukan pula, Henry telah mengajukan permohonan untuk mencairkan aset itu.

Menanggapi informasi ini, Bareskrim memberitahukan bahwa Henry berstatus tersangka dan tengah ditahan. Bareskrim meminta otoritas negeri Ratu Elizabeth tak mengabulkan permohonan Henry.

Berita Terkait : Masyarakat Batak Di Jogja Gelar Aksi Damai

Bareskrim tengah mengajukan permohonan untuk memblokir aset tersebut. “Sampai sejauh ini prosesnya sedang berjalan,” kata Whisnu.

Bareskrim bekerja sama dengan Pusat Penelusuran Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) dan Financial Intelligence Unit (FIU) di beberapa negara untuk melacak aset Henry lainnya.

Sejauh ini telah terlacak Henry menyimpan aset di Singapura dan Australia. Ada yang berbentuk apartemen maupun kapal pesiar.

Berita Terkait : Jaksa Agung Geram, Kita Juga Sama

Dalam penyidikan kasus Indosurya, Bareskrim telah menyita aset mencapai Rp 1,7 triliun. Mulai dari rekening, kendaraan, tanah hingga gedung perkantoran di kawasan elite Jakarta.

Di antaranya lahan kavling berbentuk L Nomor 57 dan 58 di Kelurahan Kertamaya Bogor Selatan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. “Total luas lahan tersebut mencapai 2 ribu meter persegi dengan harga taksiran Rp 18 miliar,” kata Whisnu.

Kemudian, apartemen Sudirman Suite dan gedung Grand KSP Indosurya Cipta di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat.

Berita Terkait : Manjakan Penyuka Makanan Italia, Pizza Marzano Kenalkan 10 Menu Baru

Selanjutnya ada 13 ruko dan rumah di Jakarta Utara. Nilai aset bangunan-bangunan itu diperkirakan mencapai Rp 1,23 triliun.

Sementara di dalam rekening tiga tersangka yang berhasil disita tersimpan dana Rp 42 miliar dalam bentuk rupiah dan dolar.
 Selanjutnya