Dark/Light Mode

Survei IPO Soal Sumber Informasi Publik

36 Persen TV, 7 Persen Surat Kabar, Rakyat Merdeka 5 Besar

Sabtu, 4 Juni 2022 14:48 WIB
Survei Indonesia Political Opinion (IPO) tentang sumber informasi politik publik. (Foto: Istimewa)
Survei Indonesia Political Opinion (IPO) tentang sumber informasi politik publik. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia Political Opinion (IPO) kembali mempublikasikan hasil survei nasional yang dilakukan pada 23-28 Mei 2022. Paparan hasil survei IPO menunjukkan, sumber informasi politik publik lebih banyak dari media konvensional.

Televisi mendapat penilaian tertinggi sebagai media paling banyak dijadikan sumber informasi politik. Sebesar 36 persen publik menggantungkan sumber informasi politik dari televisi, sementara surat kabar hanya dijadikan referensi oleh 7 persen publik.

Masyarakat yang masih menjadikan Radio sebagai sumber informasi politik sebesar 11 persen, Media Sosial 23 persen, Media Pemberitaan Online 13 persen, media luar ruang 2 persen, sementara 8 persen masih mengandalkan tokoh masyarakat sebagai sumber informasi.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menjelaskan, kondisi itu membuktikan jika konsumen media konvensional masih cukup kuat. Karena media sosial dan online yang selama ini terkesan menguasai informasi tidak juga mendapatkan persepsi dominan.

Baca juga : Elektabilitas 60 Persen, Diadu Dengan Siapa Pun Prabowo Menang

"Konsumen media massa masih cukup banyak, bahkan masih yang paling dipercaya. Tiga besar televsisi yang paling banyak dijadikan rujukan adalah Tv One, yakni sebesar 13.9 persen, di susul Metro Tv 7.7 persen, dan MNC TV 4.3 persen," jelas Dedi dalam paparannya kepada RM.id, Sabtu (4/6).

Demikian halnya media cetak surat kabar, Dedi menuturkan bagi kelas sosial tertentu, media cetak masih cukup diminati. Media sosial dan online ia yakini berhasil memberikan informasi yang cepat dan banyak, tetapi untuk memastikan kebenaran informasi publik masih menggantungkan pada media massa.

Dalam surveinya, untuk media cetak nasional, publik yang mendapatkan informasi berita politik dari Koran Kompas sebesar 36.2 persen. Disusul Koran Sindo 32.2 persen, Media Indonesia 22.1 persen, Jawa Pos 18.5 persen, dan Rakyat Merdeka 17.5 persen.

Selanjutnya Republika 16.8 persen, Koran Tempo 14.8 persen, Pikiran Rakyat 11.1 persen dan media cetak lainnya di bawah 10 persen.

Baca juga : Survei Charta Politika, 68,5 Persen Responden Setuju Reshuffle Kabinet

"Media massa dalam catatan IPO masih cukup diminati, terutama soal kepastian kebenaran informasi yang disampaikan, sehingga ini memicu konsumen media untuk tetap bertahan pada publikasi-publikasi media massa yang ada, bahkan Radio sekalipun terbukti masih unggu," terang Dedi.

Untuk diketahui, wawancara dilakukan hybrid secara tatap muka sebanyak 480 resonden, dan sambungan telepon. Data telepon merujuk data populasi sebanyak 196.420 yang dimiliki IPO sejak periode survei di tahun 2019 s.d 2021.

Dari total populasi tersebut terdapat 7200 yang memungkinkan untuk menjadi responden hingga terambil secara acak sejumlah 720 responden. Dengan demikian total keseluruhan sebanyak 1200 responden. Metode ini memiliki pengukuran kesalahan (margin of error) 2.90 persen, dengan tingkat akurasi data 95 persen.

Setting pengambilan sample menggunakan teknik multistage random sampling (MRS), atau pengambilan sample bertingkat. Survei ini berhasil mengambil representasi sample yang tersebar proporsional dalam skala nasional.

Baca juga : Survei Indikator Politik Indonesia: 66,8 Persen Responden Khawatir Tertular Omicron

Dengan teknik ini setiap anggota populasi (responden) miliki peluang setara untuk dipilih atau tidak menjadi responden. Untuk menguji validitas responden, IPO melakukan spot check pada 15 persen dari total populasi sample dan pengujian metode pra-research. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.