Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pengamat: Pendukung Pemilih Jokowi Berpaling Ke Prabowo

Minggu, 5 Juni 2022 14:49 WIB
Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (Foto: Ist)
Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dipaparkan Jumat kemarin menunjukkan fenomena politik yang menarik.

Fenomena tersebut yakni adanya penggerusan dukungan pemilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai calon presiden menurun dalam satu tahun terakhir. Sebaliknya, dukungan pemilih Jokowi terhadap Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto trennya terus naik. 

Berita Terkait : Tak Punya Paspor, Perempuan Bangladesh Berenang Ke India

"Ini tentu fenomena menarik karena terjadi penggerusan dukungan pemilih Presiden Jokowi dari Pak Ganjar bergeser ke Pak Prabowo yang trennya terus meningkat," ujar pengamat politik Arif Nurul Imam ketika dihubungi wartawan, Minggu (5/6).

Dikatakan Arif, temuan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyebutkan, terjadi rivalitas perebutan dukungan pemilih Jokowi. Di mana, meski Ganjar masih unggul, namun terus merosot.

Berita Terkait : Pengamat: Prabowo Paling Siap Maju Pilpres

Selama kurun Desember-Maret, Prabowo naik 4 persen. Sebaliknya, Ganjar turun 4 persen. "Trend ini bisa dibaca bahwa persepsi pemilih pendukung Pak Jokowi mulai berpaling dari Ganjar ke Prabowo," tuturnya. 

Kemesraan Prabowo dengan Presiden Jokowi, kata Arif, bisa jadi membuat pemilih berpaling dan mendukung Prabowo. Selain pada Lebaran kemarin sowan ke Jokowi, kehadiran  Gibran Rakabuming Raka ke Hambalang untuk belajar naik kuda bersama Prabowo, makin menguatkan kesan pada publik bahwa bos Gerindra itu memang dekat dengan Jokowi. 

 

Berita Terkait : Mentan Mendukung Pengaman Pasokan Bahan Baku Pupuk NPK

Selain itu, di sisi lain, Ganjar Pranowo juga kena kritik bertubi-tubi dari elite PDIP yang menganggap kerjanya hanya pencitraan dan bermain medsos.

"Jadi wajar kalau trend pemilih pendukung Jokowi berpaling dari Ganjar dan kemudian akan mendukung Prabowo. Ini boleh jadi karena persepsi pemilih Jokowi menganggap Prabowo mampu menerjemahkan visi Jokowi serta kinerja sebagai Menhan dinilai baik," tandas Arif. ■