Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
"Bersama presiden @jokowi seusai pelantikan Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Istana Negara," bunyi keterangan foto di unggahan tersebut.
Apa yang terjadi di Istana Negara kemarin seperti membantah isu yang berkembang sebelumnya, kalau keduanya sedang retak. Isu keretakan keduanya muncul setelah Mega absen di dua momen penting yang dihadiri Jokowi. Pertama, pernikahan adik Jokowi, Idayati dengan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman. Kedua, peringatan Hari Lahir Pancasila di Ende, Nusa Tenggara Timur.
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan, peristiwa yang terjadi di Istana Negara itu, jadi bukti hubungan Jokowi dengan Mega begitu erat. Bahkan, Hasto mengaku sempat menyampaikan isu yang sedang berkembang itu kepada Mega. Mendengar itu, bosnya di PDIP itu hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala.
Baca juga : Jokowi-Mega Disarankan Ngopi-ngopi
“Saya dan Mas Pramono Anung menyaksikan sebelum dan sesudah pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus BPIP yang berbicara akrab penuh kegembiraan. Bahkan setelah acara pelantikan, Pak Jokowi dan Bu Mega berbicara empat mata, dan pada saat menuju mobil Pak Jokowi menggandeng tangan Bu Mega," cerita Hasto, kemarin.
Menurutnya, berbagai isu tentang hubungan Jokowi dan Mega memang sering dikeluarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Kata dia, banyak yang tidak tahu, sebenarnya Mega dan Jokowi secara periodik berbicara intens membahas persoalan bangsa dan negara.
“Semua dilakukan tertutup dalam suasana khusus agar mengalir gagasan jernih, mendalam, karena terkait masa depan bangsa dan negara," sambungnya.
Baca juga : Di Samping Jokowi, Formula E Sandingkan Anies-Puan
Ia menegaskan, hubungan Mega dan Jokowi itu mendalam, dilandasi hubungan batin yang kuat. “Bagi yang biasa menabuh genderang politik, biasanya yang ada hanya akal politik, karena itulah tidak mampu melihat kedekatan dalam suasana batin," terang Hasto.
Soal urusan capres dan cawapres, keputusannya ada di tangan ketumnya. Semua kader, sebut Hasto, harus kedepankan disiplin, tidak terbawa arus, dan jalan terbaik memenangkan Pemilu adalah turun ke bawah. “PDI Perjuangan tidak akan terseret arus. Para kader jangan ikut-ikutan dansa politik. Fokus tunggal, bergerak ke bawah," ingatnya.
Politisi senior PDIP, Hendrawan Supratikno mengulang kembali pernyataannya bahwa narasi keretakan hubungan Mega-Jokowi selama ini dibangun atas asumsi yang salah.
Baca juga : Indonesia Perkuat Kerja Sama Air Dengan Belanda
"Karena asumsinya salah, prediksi-prediksinya meleset. Kami memang selalu membuka koridor komunikasi, karena perbedaan pendapat memberi ruang untuk berdialektika, tapi kemudian ditafsirkan macam-macam," kata Hendrawan tadi malam.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya