Dewan Pers

Dark/Light Mode

Korek-korek Formula E

Bidikan Firli Arahnya Ke Siapa Sih

Rabu, 8 Juni 2022 07:30 WIB
Juru Bicara KPK Ali Fikri menyampaikan perkembangan sejumlah perkara yang sedang ditangani penyidik, saat memberikan keterangan pers, di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Selasa (7/6/2022). Saat ini KPK melakukan pengembangan penyidikan sejumlah kasus diantaranya kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pelaksanaan berbagai proyek di Pemkab Mamberamo Tengah Provinsi Papua, kasus OTT pengurusan perizinan di wilayah Pemerintah Kota Yogyakarta dan kasus korupsi pembangunan gereja di Mimika, Papua. (ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc).
Juru Bicara KPK Ali Fikri menyampaikan perkembangan sejumlah perkara yang sedang ditangani penyidik, saat memberikan keterangan pers, di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Selasa (7/6/2022). Saat ini KPK melakukan pengembangan penyidikan sejumlah kasus diantaranya kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pelaksanaan berbagai proyek di Pemkab Mamberamo Tengah Provinsi Papua, kasus OTT pengurusan perizinan di wilayah Pemerintah Kota Yogyakarta dan kasus korupsi pembangunan gereja di Mimika, Papua. (ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc).

RM.id  Rakyat Merdeka - Gelaran Formula E yang sukses digelar akhir pekan lalu mendapat pujian dari banyak pihak. Meski begitu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rupanya masih mengorek-ngorek ada tidaknya kasus korupsi pada pelaksanaan balap mobil listrik dunia itu. Warganet pun penasaran, bidikan lembaga yang dikomandoi Firli Bahuri itu diarahkan ke siapa sih?

Plt Jubir KPK, Ali Fikri mengatakan, meski gelaran Formula E sudah selesai, bukan berarti penyelidikan berhenti. “Penyelidikan masih berjalan,” kata Ali di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, kemarin.

Ali memastikan, pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak. Dari keterangan itu, KPK lalu mencari apakah ada peristiwa pidananya atau tidak.

Dari berbagai keterangan itu, penyelidik akan melakukan analisa lebih lanjut seperti apa kasus tersebut. Lalu, KPK akan mencari pihak yang bisa dipertanggungjawabkan nantinya bila ditemukan peristiwa pidana. “Tentu arahnya kami ke sana,” ujarnya.

Berita Terkait : Giring Gak Ada Malunye

Apakah sudah menemukan peristiwa pidananya? “Saat ini belum bisa kami sampaikan secara lengkap, nanti perkembangannya pasti kami sampaikan,” ucapnya.

Dalam penyelidikan kasus ini, KPK sudah meminta keterangan dari sejumlah pihak, seperti anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Syahrial pada Maret lalu. Saat itu, ia mengaku, ditanya soal penyusunan penganggaran hingga prosedur pelaksanaan ajang mobil balap itu.

Kabar soal penyelidikan Formula E dari lembaga antirasuah itu menghangatkan lini masa Twitter. “KPK dan BPK harus bekerja sama untuk melakukan audit investigasi terhadap kerugian negara akibat Formula E,” ujar @cindykurnia. Senada disampaikan @watzightebil “Selidiki aja sampai ketemu kalau memang benar ada pidananya,” ujarnya.

Sementara, sebagian yang lain penasaran kenapa KPK masih mengorekngorek kasus ini. Akun @HaiGunawanSE1 malah curiga dengan sikap KPK yang sepertinya memaksakan penyidikan di kasus ini.

Berita Terkait : Formula E Sandingkan Anies-Puan

“Selidiki kalau ada, kalau tidak ada jangan mengada ada. Titip selidiki juga kasus lama bansos dan Harun Masiku. Beritanya saya tunggu,” ujarnya. Aku @widyaindah juga geregetan dengan manuver KPK. “Yang gak salah mau dicari-cari kesalahannya, eh yang jelas-jelas salah malah dibiarkan,” cuitnya.

 

Topik Formula E memang selalu memanaskan jagat Maya sejak awal tahun lalu. Hasil analisa Drone Emprit pun menggambarkan hal serupa. Dari pantauan sejak Maret 2022, narasi Formula E selalu terbelah. 57 persen positif, 28 persen negatif.

Pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi mengatakan, pembicaraan mengenai Formula E tertinggi terjadi pada 3 Juni dan 4 Juni. Warganet terbelah menyikapinya. Sentimen positif misalnya menyoal pembangunan Sirkuit Formula E yang dinilai menjadi yang tercepat di dunia.

Selain itu, narasi yang pro terhadap Formula E, mayoritas mendoakan Anies Baswedan sebagai Presiden 2024, karena berhasil membangun Jakarta dengan Formula E dan latar belakang stadion Jakarta International Stadium (JIS) yang baru diresmikan.

Berita Terkait : Di Samping Jokowi, Formula E Sandingkan Anies-Puan

Sementara, untuk sentimen negatif mayoritas berisi desakan agar digelar sidang interpelasi terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait Formula E hingga Anies kemudian dilengserkan. “Ada pula pembicaraan di media sosial agar Anies segera diperiksa oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) atas dugaan korupsi Formula E,” kata Ismail Fahmi, di akun Twitternya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, panitia penyelenggara Formula E Jakarta akan melaporkan pertanggungjawaban seluruh proses ajang balap mobil listrik di Ibu Kota itu. Ia menyebut proses Formula E Jakarta dilakukan terbuka dan transparan.

“Semuanya ini sangat terbuka sangat transparan. Pasti nanti pada waktunya akan disampaikan dilaporkan semua proses selama ini, kegiatannya sampai pertanggungjawabannya,” ucap Riza. ■