Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Melalui program Cakap Teachers Academy (CTA), banyak guru profesional dari seluruh pelosok Indonesia yang mengikuti program beasiswa pengajaran bahasa Inggris. Beberapa lulusan dari program ini telah berhasil menjadi guru dan bergabung sebagai mitra pengajar Cakap.
Selain itu, Cakap juga memberikan ruang yang fleksibel bagi para mitra pengajar, selain mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi. “Sejak bergabung pada Agustus 2021, saya sangat menikmati fleksibilitas jadwal, sehingga masih bisa berjalan seiring dengan pekerjaan utama saya sebagai dosen,” kata Jatifia Ongga, mitra pengajar Cakap asal Malang, Jawa Timur.
Baca juga : Pasca Pandemi Covid, Pemerintah Terus Dorong Pemulihan Layanan Pendidikan
Selain itu, bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu), di 2021 Cakap memberikan pelatihan bahasa asing (Prancis, Jerman, Korea) kepada 100 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan diplomat melalui program selama 8.750 jam, atau setara dengan total 125 sesi kursus online. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga menggandeng Cakap dengan memberikan pelatihan keterampilan dan bahasa asing bagi 200 tenaga kerja di sektor pariwisata yang tersebar di lima destinasi prioritas.
“Setelah menyelesaikan pelatihan, saya dapat berbicara Bahasa Inggris dengan lebih baik dan saya memiliki banyak peluang. Salah satunya adalah untuk membangun lebih banyak relasi dengan turis internasional,” kata Budi Aris, yang berprofesi sebagai pemandu wisata di Maluku.
Baca juga : Kemendikbudristek Imbau Seluruh Pemangku Kebijakan Dukung Pemulihan Layanan Pendidikan
Tahun ini, Indonesia dipercaya memegang Presidensi G20. Cakap terus mendukung program Pemerintah dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi di era pasca-pandemi, terutama di sektor pariwisata, pekerja migran, dan sektor usaha kecil menengah (UKM).
Fakta di lapangan menunjukkan, dari total 64 juta, hanya 17 juta UKM Indonesia yang sudah digitalisasi. Artinya, 70 persen di antaranya belum. Kesempatan ini akan dimanfaatkan Cakap melalui program upskilling. Pada kuartal I- 2022, Cakap bersama pihak-pihak terkait memberikan program beasiswa pelatihan Bahasa Inggris yang menargetkan 5.000 tenaga kerja pariwisata.
Baca juga : Melalui Penertiban Aset, KPK Turut Andil Wujudkan Papua Terang
Sebagai platform edtech, Cakap menyediakan aplikasi dengan pengalaman komprehensif, sehingga menghadirkan performa yang optimal dan interaktif. Ruang kelas Cakap terdiri dari private, chat, club dan grup, mengadopsi metode interaksi belajar dua arah, sebagai proses transfer keterampilan langsung dari interpersonal yang meningkatkan motivasi siswa. Tahun lalu, sebanyak 8.494 modul diajarkan kepada siswa Cakap, dengan peminatan paling tinggi terdapat di program vokasi bidang perhotelan, pariwisata, dan pemasaran.
“Kami memahami bahwa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Kami akan selalu berusaha untuk mengikis batas, untuk menunjukkan potensi sebenarnya dari bakat SDM Indonesia,” pungkas Tomy.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya