Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Setelah Jokowi & 7 Ketum Parpol Bertemu
Nasib Ganjar Sulit Ditakar
Jumat, 17 Juni 2022 07:55 WIB
Sebelumnya
Analisis serupa disampaikan pengamat politik dari UIN Jakarta Adi Prayitno. Kata dia, dalam asumsi umum, Jokowi bisa mengkonsolidasikan kekuatan untuk mendukung capres jagoannya. Alasannya, 4 ketum parpol dan satu sekjen menjadi menteri.
Namun, kata dia, realitanya tidak akan semudah itu. Apalagi teranyar KIB selalu menolak dikaitkan dengan Ganjar. Airlangga sudah memberikan penolakan halus akan memberikan tiket KIB ke Ganjar. "Kalau soal penentuan siapa capres, rasa-rasanya partai punya independensi dan siap menanggung segala risikonya," kata Adi, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Sebelum Reshuffle, Jokowi Kumpulkan Para Ketum Partai Koalisi
Lalu bagaimana nasib Ganjar? Menurut Adi, nasib Ganjar makin sulit ditakar. NasDem sudah memberikan dukungan kepada Ganjar sebagai capres. Namun, Ganjar dengan tegas menolak dikaitkan dengan NasDem. "Ganjar sampai saat ini sepertinya konsisten tetap ingin mendapatkan tiket dari PDIP," ujarnya.
Penolakan Ganjar yang dimaksud Adi itu ceritanya begini. Kemarin, Ganjar hadir di sekolah PDIP di Lenteng Agung.Ganjar mengikuti acara di sekolah partai selama 2 hari. Di acara itu, Ganjar dilarang menginap di hotel. Ia diharuskan menginap di sekolah banteng tersebut. Ganjar hadir bersama ratusan kepala daerah berdarah banteng dari seluruh daerah. Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka juga ada.
Baca juga : Calon Menteri Sabar Dulu Ya
Di sela-sela acara, Ganjar ditanya wartawan terkait namanya banyak diusulkan DPW NasDem menjadi capres. Terkait hal ini, Ganjar bilang terima kasih. Namun, Ganjar ngomong begini: "Tapi, saya kan PDI Perjuangan," kata Ganjar. Ganjar berulang kali mengatakan demikian.
Jadi ruwet kan. Di satu sisi, banyak yang menjagokan Ganjar, tapi Ganjar tetap berseragam PDIP. Di sisi lain, PDIP ngotot mau menjagokan Puan Maharani. Inilah politik Pilpres saat ini.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya