Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mau Rangkul Demokrat Dan Gerindra

Koalisi Semut Merah Mimpi Jadi Naga Merah

Minggu, 19 Juni 2022 07:30 WIB
Sekjen PKS Aboe Bakar Al-Habsyi (kedua kiri) bersama Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid (kiri), Wabendum PKB Nasim Khan (kedua kanan) dan Wabendum PKB Bertu Merlas (kanan) berpose sebelum konferensi pers koalisi Pilpres 2024 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/6/2022). PKB dan PKS mulai menjajaki untuk berkoalisi dalam Pilpres 2024. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/YU).
Sekjen PKS Aboe Bakar Al-Habsyi (kedua kiri) bersama Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid (kiri), Wabendum PKB Nasim Khan (kedua kanan) dan Wabendum PKB Bertu Merlas (kanan) berpose sebelum konferensi pers koalisi Pilpres 2024 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/6/2022). PKB dan PKS mulai menjajaki untuk berkoalisi dalam Pilpres 2024. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/YU).

RM.id  Rakyat Merdeka - Koalisi Semut Merah yang diwacanakan PKB dan PKS sempat dianggap tidak akan menggigit oleh PDIP karena koalisi ini belum penuhi syarat ajukan capres. Tak ingin koalisi ini dipandang sebelah mata, koalisi ini memastikan akan menjadi koalisi yang menggigit, bahkan gigitannya bisa membesar dari Semut Merah menjadi Naga Merah.

Keyakinan ini diutarakan Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid. Wakil Ketua MPR ini menyatakan, koalisi ini akan semakin kuat karena mau merangkul Demokrat dan Gerindra.

Rencana pembentukan Koalisi Semut Merah sendiri pertama kali dilontarkan Jazilul, pekan lalu. Kata dia, semut merah itu menyimbolkan rakyat kecil yang membawa harapan besar. Semut memang kecil, tapi jangan diremehkan. Dalam budaya Nusantara, semut bisa menang melawan gajah. Begitu kata Jazilul.

Gagasan koalisi itu ditanggapi beragam. Ada yang memberikan acungan jempol karena dianggap akan memunculkan koalisi alternatif. Namun, ada juga yang menanggapinya dengan sebelah mata.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto misalnya. Ia menyebut gagasan koalisi semut merah itu terlalu mengawangawang. Kata dia lagi, semut merah ini tidak menggigit karena belum memenuhi syarat untuk mengusung capres.

“Untuk mencalonkan saja persyaratan belum cukup, sudah bergerak lincah,” ledeknya.Koalisi PKB dan PKS memang belum memenuhi syarat Presidential Threshold 20 persen.

Berita Terkait : PKB Klaim Demokrat Merapat Ke Koalisi Semut Merah

Meski koalisinya diremehkan, PKB tak patah arang. Jazilul mengatakan, partainya kini terus menjalin komunikasi dengan sejumlah parpol. Ada dua parpol yang sedang dijajaki untuk dirangkul. Kedua parpol itu adalah Demokrat dan Gerindra. Kedua parpol itu memang belum menentukan koalisi.

“Nah, kalau ini tiba-tiba gabung, bukan Semut Merah itu, tapi bisa jadi Koalisi Naga Merah,” kata Jazilul, kepada wartawan, kemarin.

Jazilul mengatakan, penjajakan ini berbuah positif. Ibarat orang pacaran, koalisi ini tinggal menunggu akad dan naik pelaminan. Kapan akan diumumkan? Kata dia, deklarasi tinggal teknis saja. Hanya tinggal menunggu waktu baik.

 

Koalisi antara PKB, PKS, Demokrat dan Gerindra bisa mengusung capres-cawapres di Pilpres 2024. Berdasarkan UU nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, kursi di DPR milik keempat partai tersebut sudah cukup untuk mengusung pasangan calon.

Untuk diketahui, PKB memiliki 58 kursi di parlemen atau 10 persen dari total kursi parlemen. Sedangkan PKS memiliki 50 kursi atau 8,9 persen. Jika ditotal mereka baru punya 108 kursi atau 18,9 persen. Ini belum memenuhi syarat mengajukan capres, yaitu kursi di parlemen 20 persen.

Namun, jika Demokrat yang memiliki 54 kursi di parlemen atau 9,3 persen dan Gerindra yang memiliki 78 kursi di parlemen atau 13 persen bergabung, maka koalisi Semut Merah bisa jadi paling kuat. Total kursi ke empat partai itu menjadi 240 atau 41,2 persen.

Berita Terkait : Koalisi Semut Merah Mau Bikin Kejutan Nih

Kembali Ke Jazilul. Dia mengaku, tak khawatir jika Koalisi Semut Merah ini nantinya melawan partai-partai besar di Pilpres. Asalkan pertarungan sportif, bisa saja hasilnya bicara lain. “Semut Merah ini kan bisa masuk ke lubang-lubang kecil. Kendati kecil, kalau menggigit sakit juga,” kelakarnya.

Bagaimana tanggapan Demokrat? Jubir Demokrat Herzaky Mahendra mengakui komunikasi dengan PKB dan PKS makin intens.

Apalagi ada kesamaan platform, visi, dan cara pandang dalam memperjuangkan hak dan program yang pro rakyat. Menurut dia, komunikasi sangat baik karena dibangun dengan prinsip egaliter atau setara, tanpa saling mendominasi.

“Apalagi Partai Demokrat, PKS, dan PKB pernah sama-sama dalam pemerintahan pada periode 2004-2014. Soal capres-cawapres kami kesampingkan dulu,” kata Herzaky, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Apakah komunikasi itu akan berlanjut ke jenjang pernikahan? Dia bilang tunggu saja nanti.

Sementara, Gerindra menjawab diplomatis tentang ajakan Koalisi Semut Merah itu. Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, hingga kini partainya belum menentukan arah koalisi. Meski diakuinya tetap menjaga komunikasi dan hubungan baik dengan semua partai. Muzani menegaskan, Gerindra terbuka berkoalisi dengan partai mana pun.

Berita Terkait : Kemiskinan Ekstrem Seperti Kerak Nasi, Susah Dikerok...

“Gerindra merasa tidak memiliki beban dan masalah untuk berkoalisi dengan partai mana pun, apakah partai yang telah menentukan capresnya atau partai yang belum menentukan capresnya,” kata Muzani.

Apakah koalisi tersebut bisa tercipta? Pengamat politik dari UIN Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago mengaku, masih meragukan pembentukan Koalisi Semut Merah yang digagas PKB dan PKS. Dia menilai, gagasan Koalisi Semut Merah hanya berupa perang wacana. Kenapa begitu? Karena, publik belum melihat ketum parpol ini bertemu dan bersalaman. Yang baru muncul ke publik hanya pengurus teras saja.

“Sangat mungkin gagasan koalisi ini masih cek ombak atau tes pasar,” kata Pangi, kemarin.

Direktur Politik Voxpol Research and Consulting ini menilai, Koalisi Semut Merah ini wajar kalau masih dikesampingkan. Pasalnya, jika hanya PKB dan PKS belum memenuhi syarat nyapres. Namun, jika PKB dan PKS bisa mengajak Demokrat dan Gerindra bergabung, mereka bisa langsung maju. ■