Dark/Light Mode

Banyak Jalan Nasional Di Banten Rusak, Jayabaya Minta PUPR Segera Perbaiki

Sabtu, 30 Juli 2022 15:57 WIB
Kondisi Jalan Rangkasbitung-Cikande yang rusak dan berlubang. (Foto: Istimewa)
Kondisi Jalan Rangkasbitung-Cikande yang rusak dan berlubang. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kondisi jalan nasional di Banten banyak yang rusak dan sempit. Kondisi ini dikeluhkan para pengendara, terutama para sopir bus. Sebab, jalan rusak itu membuat waktu tempuh lebih lama, kendaraan cepat rusak, dan rawan terjadi kecelakaan.

Melihat kondisi ini, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia H Mulyadi Jayabaya angkat bicara. Mantan Bupati Lebak dua periode ini meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bergerak cepat untuk memperbaiki.

Kerusakan ruas jalan nasional hampir terjadi di semua kota/kabupaten di Banten. Bupati sepuh, sapaan akrab Jayabaya, menyatakan bahwa selain dari sisi transportasi, kerusakan jalan tersebut juga memberikan dampak buruk pada ekonomi dan investasi di Banten.

Baca juga : Ini Evaluasi Aji Santoso Usai Persebaya Keok Di Laga Perdana

“Jika akses jalan nasional rusak dan sempit, investor dan wisatawan malas berkunjung ke Banten. Kondisi jalan itu menjadi tolok ukur bagi wisatawan dan investor untuk datang ke Banten,” ujar pria yang akrab disapa JB ini, Sabtu (30/7).

Karena itu, dia meminta Kementerian PUPR bisa segera memperbaiki kerusakan jalan-jalan nasional di Banten. Sebab, kerusakan jalan itu sangat merugikan masyarakat. "Lihat saja, setiap hari libur, jalan nasional Pandeglang-Rangkasbitung selalu macet, karena jalan sempit. Perlu dilakukan pelebaran segera,” ucapnya.

Dia memaparkan, ruas jalan nasional Cikande-Rangkasbitung yang menjadi akses dari Rangkasbitung menuju Jakarta rusak parah. Kondisi jalan nasional Rangkasbitung-Pandeglang dan Rangkasbitung-Cikande juga sama. Kondisi ini dikeluhkan para pengendara.

Baca juga : Hari Anak Nasional, Wapres Minta Anak Indonesia Terus Ukir Prestasi

Mantan Ketua Umum Kadin Banten ini juga menyoroti kerusakan ruas jalan nasional menuju destinasi wisata Pantai Anyer, Carita, dan Tanjung Lesung, yakni ruas Jalan Cilegon-Anyer-Tanjung Lesung, dan ruas jalan Maingping-Bayah. Kondisinya kini banyak terdapat lubang, yang sangat membahayakan bagi pengedara dan membuat wisatawan enggan untuk datang. Dia pun meminta Kementerian PUPR lebih perhatian ke Banten.

Herman (45 tahun), sopir Bus PO Bulan Jaya, juga berharap agar kerusakan jalan nasional di Banten segera diperbaiki. Sebab, akibat kerusakan itu, angkutan yang melintasi di Jalan Rangkasbitung-Cikande angkutan harus mengurangi kecepatan dan menjalankan kendaraan dengan sangat hati-hati, karena banyak ditemukan jalan berlubang serta bergelombang.

Selain itu, kerap terjadi kecelakaan lalu lintas atau kendaraan terperosok ke luar badan jalan. "Kondisi berlubang-lubang dan aspalnya mengelupas," ungkap Herman.

Baca juga : Simsalabim! Presiden Jokowi Ajak Anak-anak Main Sulap

Warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, ini menambahkan, kerusakan jalan itu membuat bebannya sebagai sopir bertambah. Sebab, setiap pekan ada saja komponen onderdil kendaraan yang harus diganti, seperti per yang patah dan keruskaan shockbreaker.

Di sisi lain, pendapatan sopir semakin berkurang. Sebab, akibat jalan yang rusak, penumpang bus menjadi sepi.■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.