Dewan Pers

Dark/Light Mode

Belum Tentu Menang Pilpres

Prabowo Sudah Mimpi Susun Kabinet

Sabtu, 6 Agustus 2022 07:31 WIB
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto (Foto: Istimewa)
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mimpi Prabowo Subianto menjadi presiden belum padam. Bahkan, meski dia belum mendeklarasikan diri siap nyapres lagi di Pilpres 2024, ternyata Prabowo sudah punya mimpi lain. Dia memimpikan kabinetnya nanti kalau terpilih jadi presiden akan seperti kabinet yang dibentuk Jokowi.

Hal ini disampaikan Prabowo sendiri saat memberikan kata sambutan di Silaturahmi Nasional Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) 2022, yang ditayangkan di YouTube PPAD TNI TV, kemarin. Di acara itu, Prabowo bercerita pengalamannya saat pertama kali mengikuti Sidang Kabinet Paripurna usai diajak Presiden Jokowi bergabung di koalisi.

Di Sidang Kabinet itu, Prabowo curhat ke Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengenai susunan Kabinet Indonesia Maju. "Saya bilang ke Pak Luhut, ‘Bang, seandainya saya kemarin jadi presiden, mukanya hampir sama kabinet saya ini’," cerita Prabowo.

Seandainya jadi presiden, Prabowo memastikan akan menggaet putra-putri terbaik Indonesia. Dia tidak akan melihat latar belakang, tidak akan melihat siapa orang tuanya, apa suku, agama, dan rasnya. Yang akan dilihatnya adalah yang mempunyai kemampuan untuk bekerja sama membangun Indonesia. “Dulu kita banyak perbedaan, tapi satu untuk merah putih kita harus jadi satu," ujar Menteri Pertahanan ini.

Berita Terkait : Tegas!! KAI Pecat Oknum Petugas Kebersihan Pelaku Pelecehan Seksual Di Stasiun Ciamis

Mantan pesaing Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019 itu, menegaskan, hal itu penting untuk menjadikan Indonesia lebih baik. "Kalau sudah kepentingan nasional, kita harus cari putra-putri terbaik seluruh bangsa Indonesia," tambahnya.

Karena itu, mantan Danjen Kopassus itu yakin dirinya berada di jalan yang benar bergabung bersama Jokowi. Bahkan, keputusannya membantu kerja Jokowi adalah langkah husnul khatimah. “We are on the right track”, ucapnya.

Pernyataan Prabowo ini dibenarkan Luhut. Menurut Luhut, Prabowo kagum dengan kepemimpinan Jokowi. "Pak Prabowo ini, berkali-kali bilang ke saya, 'Bang dulu saya nggak setuju begini-begini, tapi setelah saya lihat' beliau sampaikan ke saya, ‘angkat tangan kepada Presiden Jokowi’," kata ucap Luhut yang hadir di acara yang sama.

Di acara itu, Prabowo memang tidak menyinggung soal Pilpres 2024. Namun, pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin menduga, pernyataan mimpi membangun kabinet ini disampaikan Prabowo sebagai ancang-ancang menghadapi 2024.

Berita Terkait : Poros Gondangdia Rentan Kehilangan Momentum Lho

Ujang pun menyindir, sebelum mimpi menyusun kabinet, lebih baik Prabowo mematangkan strategi untuk memenangkan Pilpres 2024. “Yang penting menang dulu. Kalau sudah menang, nyusun kabinet pun enak dan tidur pun nyenyak," sindirnya.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini melanjutkan, mimpi Prabowo menyusun kabinet sebelum menang di Pilpres akan pupus di tengah jalan. "Jika Prabowo kalah lagi, maka soal bayangan kabinet mirip Jokowi itu hanya akan jadi mimpi. Seperti mimpi di siang bolong. Siapa pun bisa bermimpi, termasuk Prabowo. Namun, mimpi itu perlu terukur, agar jangan tergusur," sindirnya lagi.

Sementara, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah justru mendukung mimpi Prabowo itu. Menurut Dedi, para kandidat capres lain harusnya sudah mempunyai bayangan kabinet seperti Prabowo. "Optimisme tokoh yang digadang jadi presiden itu penting" ucapnya.

Dedi menduga, pernyataan Prabowo itu dimaksudkan untuk menarik partai lain agar mengusung dirinya. Nantinya, Prabowo akan memprioritaskan kursi untuk mereka. "Prabowo sedang menebar jaring dukungan, terlebih itu disampaikan ke Luhut," ucapnya.

Berita Terkait : Demokrat Kota Bekasi Mau Balikin Kejayaan

Pengamat politik jebolan UIN Jakarta ini memprediksi, Prabowo akan mengandalkan kelihaian Luhut dalam meramu susunan kabinet. "Prabowo secara tersirat ingin menyampaikan, jika kabinet yang ia bangun nanti akan melibatkan Luhut, sehingga ini memungkinkan untuk menarik Luhut agar berpihak padanya," terang dia.

Untuk peluang di 2024, Dedi melihat Prabowo akan gampang menang jika melawan kandidat yang tidak populer. "Prabowo, dengan struktur politik yang ia miliki, punya kans memenangi pilpres, tentu dengan syarat jika ia hanya melawan tokoh lain yang tidak populer," selorohnya.■