Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bos Hape Maling Cokelat Alfamart Pernah Ketangkap Nyolong Di Transmart

Senin, 15 Agustus 2022 20:27 WIB
Pengutil bernama Mariana meminta karyawan Alfamart Amelia untuk meminta maaf karena telah menyebarkan video dirinya. (Twitter)
Pengutil bernama Mariana meminta karyawan Alfamart Amelia untuk meminta maaf karena telah menyebarkan video dirinya. (Twitter)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemilik akun twitter @zoelfick, Zulfikar Akbar kembali mengungkap Bos Hape Maling Cokelat ternyata pernah mencuri juga di Transmart. Zulfikar membagikan foto Mariana Ahong tengah menunjukkan surat didampingi seorang petugas keamanan.

"Baru dapat kabar, Transmart juga pernah jadi sasaran. Kalo yang ginian dibiarkan berkeliaran, kasihan karyawan-karyawan disana." kicau Zulfikar, Senin (15/8).

"Apakah saat itu di Transmart juga ada barang yang masuk ke tasnya sendiri?" sentilnya.

Sebelumnya,  @zoelfick juga membagikan rekaman video. “Ini kelewatan. Orang yang ketahuan ngutil malah berbalik menekan karyawan Alfamart hanya krn mampu menyewa pengacara. Alih-alih dia yang minta maaf, malah mbak Alfamart yang harus minta maaf,” tulis @zoelfick dalam keterangan video tersebut.

Video ini pun viral dan menuai protes warganet. Bahkan banyak di antara mereka yang langsung men-tag akun Twitter pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. Hotman yang tengah berada di Bali kemudian merespon kejadian ini. Hotman mengaku mendapat banyak DM (direct message) dari warganet.

“Halo pegawai Alfamart, kamu hubungi saya, jangan takut. DM saya segera, saya siap membela kamu secara gratis,” kata dia dalam video yang diunggahnya di akun Instagram

Berita Terkait : Kiai Ma`ruf Minta Tokoh Ulama Dan Umat Islam Kompak Mencegah Kerusakan Lingkungan

@hotmanparisofficial, Senin (15/8) subuh.

“Jangan minta maaf kalau kau tidak merasa salah, lawan! Ya, Alfamart, lawan!” ujarnya.

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk alias Alfamart melaporkan perempuan berinisial M yang diduga mengancam karyawannya dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik buntut kedapatan mencuri dua batang cokelat.

"Dari pihak Alfamart sedang membuat laporan di polres," ujar Kapolres Tangerang Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi Sarly Sollu kepada wartawan, Senin (15/8).

Dikatakan, sejauh ini ada dua laporan polisi yang dibuat Alfamart. Pertama, perihal tindakan pencurian yang dilakukan M, kedua soal pengancamannya kepada karyawan Alfamart yang memergoki aksinya mencuri cokelat.

"Dari pelapor tadi akan membuat dua LP (laporan polisi). Satunya pencurian dan lainnya intimidasi," katanya.

Berita Terkait : Ajinomoto Gelar Penyuluhan Kesehatan Di Al Quran Nurhasanat

Sebelumnya, seorang pegawai Alfamart diduga mendapatkan ancaman UU ITE oleh Mariana Ahong. Dia tidak terima video yang berisikan dirinya tersebar di media sosial.

Video itu berisikan aksi pegawai ritel yang berhasil memergoki Mariana mengutil sejumlah cokelat di Alfamart.

Awalnya, ia ketahuan mencuri sejumlah cokelat dari ritel tersebut. Namun, beberapa karyawan Alfamart mengejar Mariana yang sudah berada di mobil.

Mariana diminta untuk mengakui perbuatannya, sampai akhirnya ia memperlihatkan sejumlah coklat yang diambilnya itu, yang selanjutnya pegawai Alfamart memintanya untuk membayar cokelat.

Namun, M kembali mendatangi Alfamart bersama dengan seorang pria yang merupakan kuasa hukumnya. Di sana M meminta untuk take down video dirinya yang telah tersebar di media sosial.

Tidak hanya itu, Mariana juga meminta agar karyawan Alfamart meminta maaf lantaran dianggap merugikannya, dan melanggar UU ITE

Berita Terkait : BNPT Gelar Ziarah Kebangsaan Bareng Veteran Di TMP Kalibata

Haji Amir selaku pengacara Mariana Ahong memberikan klarifikasinya terkait insiden tersebut.

Menurut Haji Amir, pihaknya telah membayar cokelat yang disangkakan telah dicuri Mariana Ahong di supermarket ini.

Bahkan, Haji Amir menuturkan sudah membayar cokelat itu langsung kepada si perempuan yang mengunggah video aksi pencurian cokelat.

Selain itu, Haji Amir mengaku pada saat kejadian kliennya tidak sadar telah mencuri cokelat di Alfamart Sampora. 

“Saya sudah katakan ibu dalam keadaan tidak sadar dan yang lainnya udah dibayar semuanya,” ujar Haji Amir.

Selanjutnya, Haji Amir mengatakan bahwa apa yang kliennya lakukan adalah hal yang lumrah lantaran Mariana Ahong adalah seorang manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. ■