Dark/Light Mode

Honor Petugas Pemilu Naik Kualitas Pemilu Harus Naik

Selasa, 16 Agustus 2022 06:20 WIB
Ilustrasi petugas KPPS. (Foto: ANTARA )
Ilustrasi petugas KPPS. (Foto: ANTARA )

 Sebelumnya 
“Apalagi, di tengah terjadinya inflasi ekonomi yang berdampak pada tingginya harga sejumlah barang,” katanya.

Komisioner KPU Yulianto Sudrajat menyampaikan, Pemerintah juga telah menetapkan satuan biaya untuk perlind­ungan kerja bagi petugas badan ad hoc.

Rinciannya, santunan bagi yang meninggal dunia Rp 36 juta per orang. Cacat permanen Rp 3,8 juta per orang, luka berat Rp 16,5 juta per orang dan luka sedang Rp 8,2 juta per orang. Selain itu, ada juga bantuan biaya pemakaman sebesar Rp 10 juta per orang.

Akun @RaniSudibyo mengatakan, kenaikan honor badan ad hoc Pemilu dan Pilkada menjadi kabar baik untuk yang berminat menjadi petugas Pemilu. Kenaikan honor sudah disetujui Kementerian Keuangan. “Semoga Pemilu 2024 luberjurdil,” katanya.

Baca juga : Otonomi Daerah Beri Ruang Pemda Kelola PAD Secara Mandiri

Akun @kaukutangkap_ mengatakan, kenaikan honor bagi petugas badan ad hoc pada Pemilu 2024 tidak terlepas dari pertimbangan bahwa kerja petugas KPPS tergolong berat.

Selain honor, kata @NidyaLuna, ada ju­ga biaya perlindungan kerja. “Ada pula penetapan santunan biaya kecelakaan untuk perlindungan bagi petugas badan Ad Hoc pada Pemilu 2024,” tuturnya.

Akun @titianggraini mengungkap­kan, kabar kenaikan honor badan ad hoc Pemilu dan Pilkada 2024 membuat banyak orang berminat menjadi petugas pemilu. Dia mengaku banyak Direct Message (DM), gara-gara upload foto skema kenaikan honor petugas ad hoc Pemilu 2024, beserta angka-angkanya.

“Akun medsos saya mendadak dira­maikan pertanyaan: apa persyaratannya, ke mana mendaftarnya, berapa lama ker­janya, apakah saya bisa melamar kalau... dst, dst. WAH,” ungkapnya.

Baca juga : Kurikulum Merdeka Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

“Pada rebutan nih pasti mau jadi petugas Pemilu 2024,” kata @Asnawi20364037. “Cara daftarnya bagaimana,” kata @angnur26. “Mau dong jadi petugas Pemilu,” ujar @istyuddi. “Wow mau ah,” sambung @tika_citra.

Akun @bennyprasodjo mengapresiasi langkah Pemerintah menambah honor petu­gas Pemilu. Dengan kenaikan honor, petugas KPPS di kampung merasa dihargai. “Nah begini dong. Biar semangat kerjanya,” katanya. “Sesuai dengan kerjanya dari pagi sampai subuh,” kata @lindahryani.

Menurut @gerhana_adi, kerja badan ad hoc Pemilu dan Pilkada 2024 akan lebih berat dari tahun 2019.

Akun @galuh_chandrakirana mewan­ti-wanti petugas badan ad hoc karena 2019 sudah banyak yang jadi korban dan meninggal dunia.

Baca juga : Si Apeng Lebih Baik Dari Harun Masiku

“Semoga nggak banyak yang mendaf­tar,” ujar @dinamis.apparel.

Akun @anggitadamaryanti menilai, angka Rp 1 juta masih kurang. Apalagi, jika melihat kelelahan petugas badan ad hoc, bahkan sampai ada yang meninggal dunia. Kalau bisa naik lima kali lipat baru bagus. [ASI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.