Dark/Light Mode

Paloh-Puan Pelukan

Anies Masih Berpeluang Cawapres

Kamis, 25 Agustus 2022 06:50 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Basweddan. (Foto: Instagram @aniesbaswedan).
Gubernur DKI Jakarta, Anies Basweddan. (Foto: Instagram @aniesbaswedan).

RM.id  Rakyat Merdeka - Usai Ketum Partai NasDem Surya Paloh dan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani ketemu, Senin (22/8) lalu, peta koalisi calon presiden dan wakil presiden (capres dan cawapres) berubah lagi. Nama Anies Baswedan yang sebelumnya menguat jadi capres NasDem mulai bergeser ke Puan. Meski begitu, Anies masih berpeluang jadi cawapres.

Pertemuan Paloh dan Puan di NasDem Tower, berlangsung hangat. Bahkan, keduanya berpelukan. Seakan Paloh sedang bertemu anaknya. Tidak ada jarak. Hal itu diakui Puan. Menurutnya pertemuan tersebut lebih dari sekedar pertemuan antar pimpinan parpol. “Seorang om yang menjamu ponakannya,” kata Puan, Senin (22/8).

Apalagi usai pertemuan itu, Paloh juga mulai kasih sinyal dengan membuka opsi dukungan kepada putri mahkota partai Banteng itu. Soal 3 nama capres yang diusung NasDem dari hasil Rakernas yakni Ganjar Pranowo, Andika Perkasa dan Anies Baswedan, sebut Paloh masih sangat dinamis. Alias bisa berubah.

Baca juga : Langkah Politik Anies-Ganjar Makin Berat

“Sudah ketemu begini masak (Puan) enggak masuk dalam radar,” tegas Paloh saat itu.

Perubahan suasana kebatinan politik ini juga dirasakan oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Meskipun baru satu partai yang disowani. “Gayanya ituloh. Sudah langsung beda loh,” kata Megawati dalam sambutannya di acara peresmian gelombang VI kantor partai baru secara virtual dari kediamannya di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, kemarin.

“Saya kan bisa melihat, mata tua saya ini pengalamannya seabrek-abrek, jadi kalau dari sisi politik juga saya bisa lihatlah. (Padahal) Baru 1 partai yang dikunjungi Mbak Puan yang menjabat di DPP, juga DPR,” tambahnya.

Baca juga : Diperlukan Koalisi Besar Menopang Pemerintahan

Sekjen Partai NasDem, Johnny G Plate membenarkan, bahwa masih ada kelanjutan pertemuan partainya dengan PDIP, untuk mematangkan proses politik yang masih sangat dinamis.

“Ini pertemuan-pertemuan di level berikutnya akan dilakukan,” kata Johnny usai Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan, kemarin.

Namun ia kasih kode bahwa PDIP dan Partainya adalah poros nasionalis. Sehingga perlu ada poros religius yang harus disinergikan.

Baca juga : Jual Susu Dan Perlengkapan Bayi, Viva Apotek Kini Lebih Lengkap

Soal pertemuan selanjutnya, Apakah Paloh akan bertandang ke Teuku Umar, kediaman Mega? “Ah kamu mendahului,” elaknya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.