Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Elektabilitas Tinggi Belum Tentu Dicapreskan
Anies-Ganjar, Dengerin Tuh Omongan Jokowi
Sabtu, 27 Agustus 2022 07:05 WIB
Sebelumnya
PDIP juga sepakat dengan pernyataan Jokowi, tanpa sanggahan. Pasalnya, pencapresan ada aturan mainnya. Tidak sembarangan orang bisa melenggang di kontestasi Pilpres 2024.
“Pernyataan yang betul, seturut aturan dan faktual. Pernyataan yang tepat dan pas,” tegas politisi senior PDIP, Hendrawan Supratikno.
PKB justru beranggapan Jokowi telah memberi sinyal kepada siapapun untuk nyapres, meskipun elektabilitasnya rendah.
Baca juga : Kedekatan Golkar Dan PSI Bakal Untungkan Pencapresan Airlangga
“Saya setuju, parpol memiliki kedaulatan dan pertimbangan dalam mengusung capres, bukan hanya faktor elektabilitas. Hemat saya, mungkin nantinya capres yang didukung Pak Jokowi, insya Allah akan dapat dukungan parpol,” jelas Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid.
Sementara, PAN ogah menggali lebih dalam pernyataan Jokowi. Menurut PAN, Jokowi hanya mengungkapkan aturan main sesuai dengan Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7/2017 tentang Pemilu.
“Bahwa pasangan calon presiden atau calon wakil presiden diusung oleh partai politik atau gabungan partai politik, dengan persyaratan harus memenuhi presidential threshold 20 persen kursi DPR,” terang Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi.
Baca juga : Banteng Miskin Teman Koalisi
Namun, saat ini politik Indonesia merasionalkan hasil lembaga survei. Semua hal bersifat sosial yang kualitatif dapat diukur secara kuantitatif dengan angka-angka. Maka, terang dia, muncul ukuran popularitas dan elektabilitas.
“Hasil riset itu hanya bersifat sementara dan berubah secara fluktuatif. Apapun hasil survei dari lembaga survei, yang menentukan paslon adalah partai politik. Jadi itu hak konstitusional partai politik,” imbuh Viva.
Bagaimana penilaian pengamat? Direktur Eksekutif Trias Politik Strategis, Agung Baskoro menilai Jokowi ingin menyampaikan kepada relawan bahwa dinamika internal di setiap partai cukup kuat, sebagai pemilik veto dalam menentukan capres.
Baca juga : PSI Disaranin Bonceng Barisan Ganjar Pranowo
“Sementara mereka yang memiliki elektabilitas sayangnya bukan pemegang saham utama di partai. Artinya, jika ini kontekstualisasikan dalam pertarungan Ganjar vs Puan, maka kans Ganjar semakin kecil untuk mewakili PDIP,” tukas Agung saat dihubungi Rakyat Merdeka. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya