Dewan Pers

Dark/Light Mode

3 Orang Wafat Saat Antre BLT

Risma Kena Senggol

Minggu, 18 September 2022 06:50 WIB
Menteri Sosial, Tri Rismaharini. (Foto: Istimewa).
Menteri Sosial, Tri Rismaharini. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM bagi orang miskin memang patut diapresiasi karena program ini telah memperkuat daya tahan ekonomi orang miskin di tengah naiknya harga BBM subsidi. Namun, dalam proses penyalurannya di lapangan, penyerahan BLT ini, layak dievaluasi. Karena, akibat antre lama, ada warga yang sampai meninggal dunia. Akibat tragedi ini, Menteri Sosial, Tri Rismaharini pun kena senggol warganet. Mereka minta politisi PDIP itu, memperbaiki sistem penyaluran bansos.

Pemerintah menyalurkan BLT untuk menjaga daya beli masyarakat pasca harga BBM dinaikkan. Pemerintah menyiapkan Rp 12,4 triliun dalam bentuk BLT Rp 600 ribu kepada 20,65 juta keluarga penerima manfaat. Kemudian Rp 9,6 triliun dalam bentuk subsidi upah untuk 16 juta pekerja yang gajinya Rp 3,5 juta dengan masing-masing mendapat Rp 600 ribu.

Berita Terkait : Sapa Warga Papua, Jokowi Bagikan BLT Jelang Kenaikan Harga BBM

Penyaluran BLT sudah dimulai sejak awal tahun. Namun, dalam pelaksanaannya, menimbulkan antrean. Akibatnya, antrean yang panjang menimbulkan korban jiwa. Sampai kemarin, ada 3 korban meninggal yang diduga karena kelelahan saat mengantre menerima BLT.

Pertama, Arniati (45), warga Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Ibu rumah tangga ini meregang nyawa saat mengambil BLT subsidi BBM di Kantor Desa Mellangkena Padang, Kecamatan Sesenapadang.

Berita Terkait : Habib Aboe Bakar Bisa Bernapas Lega

Kapolsek Mamasa, Ajun Komisaris Dedy Yulianto mengatakan, Arniati meninggal karena kelelahan berjalan kaki menuju kantor desa yang berjarak kurang lebih 1 kilometer. “Ibu ini berangkat beriringan dengan warga lain. Jalan menuju lokasi kantor desa ini memang cukup curam. Sebelum tiba di tempat ini, ia pingsan di depan rumah warga,” ungkap Dedy, Jumat (16/9).

Warga lain yang melihat Arniati langsung membawa korban ke dalam rumah salah satu penduduk yang lokasinya tak jauh dari kantor desa. Petugas kemudian memanggil dokter dari Puskesmas setempat, memberikan pertolongan medis kepada wanita paruh baya itu.

Berita Terkait : 89 Orang Wafat, Angka Kematian Jemaaah Haji RI Tahun Ini Rendah

Namun, usai diperiksa, dokter memberitahu ibu itu telah meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan, diduga Arniati meninggal akibat serangan jantung. Korban ditandu warga menuju rumah duka untuk disemayamkan.

Kedua, Cecep Supriadi (49 tahun), warga Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Ia kejang-kejang saat mengantre BLT di Kantor Desa Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Korban diduga kelelahan karena lama mengantre di kantor desa hingga meninggal dunia.
 Selanjutnya