Dewan Pers

Dark/Light Mode

Sandi Beri Motivasi Mahasiswa Baru Unas Dalam Kegiatan PLBA

Kamis, 22 September 2022 17:48 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno memberikan motivasi kepada mahasiswa baru Unas. (Foto: Dok. Unas)
Menparekraf Sandiaga Uno memberikan motivasi kepada mahasiswa baru Unas. (Foto: Dok. Unas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam rangka menyambut mahasiswa baru semester ganjil Tahun Akademik 2022/2023, Universitas Nasional (Unas) melaksanakan kegiatan Pengenalan Lingkungan dan Budaya Akademik (PLBA) secara hybrid. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno turut memberikan motivasi kepada mahasiswa baru.

Sandi mengatakan, berada di masa perkuliahan adalah masa yang luar biasa dan masa terbaik untuk meng-explore diri. Untuk itu, Sandi mendorong para mahasiswa untuk menguasai berbagai skill keahlian. Ia juga menyampaikan, saat ini dunia tengah memasuki era Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity (VUCA). Yaitu, ketika perubahan sangat cepat, tidak terduga yang dipengaruhi banyak faktor yang sulit dikontrol. Pengaruh terbesar dari pergeseran dunia tersebut adalah dipengaruhi oleh teknologi.

“Saya percaya, mahasiswa Universitas Nasional salah satu dari generasi muda yang sangat berkualitas, yang sumbagsihnya sangat dinantikan bangsa dan negara sebagai wujud SDM unggul Indonesia Maju,” ujar Sandi, dalam siaran video pada acara PLBA, di Gedung Auditorium Universitas Nasional, Kamis (22/9).

PLBA bagi mahasiswa baru Unas Semester Ganjil Tahun Akademik 2022/2023 ini diikuti 3.173 orang mahasiswa baru, dengan 250 orang mahasiswa mengikuti secara onsite dan sebanyak 2.923 orang secara online. PLBA ini dilaksanakan selama tiga hari, dua hari di tingkat Universitas dan satu hari di tingkat Fakultas secara hybrid.

Ada tujuh materi yang disampaikan dalam PLBA yang diselenggarakan oleh Universitas. Pada hari pertama, ada tiga materi. Yaitu materi akademik yang disampaikan Heni Jusuf dan  Rukmaini, materi hak dan kewajiban kemahasiswaan oleh Mustakim dan Kamaruddin Salim dan materi keunasan yang disampaikan oleh Aos Yuli Firdaus dan Rahayu Lestari.

Berita Terkait : Menteri Sandi: Kesepakatan Polusi Suara Harus Diperkuat Dalam Regulasi

Untuk hari kedua, materi yang disampaikan ada empat. Yaitu pencehagan narkoba oleh Kepala BNN Komjen Petrus Reinhard Golose, materi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat oleh Nonon Saribanon dan Tatang Mitra Setia, materi kewirausahaan oleh Suadi Sapta Putra dan Farida, dan materi bela negara, radikalisme, dan PPKS oleh Zulmansyur dan Zainul Djumadin.

“Kami berharap agar semua peserta PLBA mengikuti secara sungguh-sungguh mulai dari awal hingga akhir agar dapat memahami dengan baik semua materi yang disampaikan,” ujar Ketua Panitia yang juga Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Unas Suryono Efendi.

Wakil  Rektor Bidang Administrasi Umum, Keuangan, dan SDM Prof Eko Sugiyanto menyatakan, kegiatan PLBA ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menumbuhkan motivasi, kebanggaan terhadap almamater dan semangat belajar, serta meningkatkan kedisiplinan, kesadaran diri dan tanggung jawab sebagai mahasiswa Universitas Nasional. Ia menambahkan, selama pandemi Covid-19, kegiatan perkuliahan di Universitas Nasional diselenggarakan secara online. Namun, pada semester ganjil Tahun Akademik 2022/2023, perkuliahan dilaksanakan secara blended learning. Pembelajaran diselenggarakan 50 persen pertemuan tatap muka dan 50 persen perkuliahan online.

Prof Eko menambahkan, Universitas Nasional juga telah menerapkan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Diharapkan dengan diterapkannya MBKM dapat meningkatkan kompetensi lulusan, baik soft skills maupun hard skills. Dengan kurikulum berbasis kompetensi yang progresif dan fleksibel, serta pendekatan nilai-nilai akademik yang tinggi dengan didukung sarana prasarana kampus yang baik, diharapkan dapat melahirkan lulusan yang dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya dunia usaha dan dunia industri.

“Namun demikian, Universitas Nasional tidak hanya sebagai tempat untuk menimba ilmu pengetahuan dan teknologi semata, namun lebih dari itu sebagai tempat mendidik mahasiswa untuk memiliki akhlak dan karakter mulia yang menjadi dasar sikap, perilaku, dan sebagai seorang intelektual,” katanya.

Berita Terkait : Soal BLT, Jokowi Minta Cepat Disalurkan Dan Tepat Sasaran

Ia melanjutkan, saat memasuki dunia perguruan tinggi, mahasiswa harus banyak melakukan berbagai penyesuaian dengan mandiri. Seperti mulai membuat perencanaan studi yang matang, dari mulai semester pertama sampai dengan semester ketujuh atau kedelapan, membuat perencanaan setelah lulus dan menyiapkan diri memasuki dunia kerja agar semua dapat dicapai dengan maksimal.

“Kunci dari itu semua adalah kita pandai dalam memanfaatkan waktu sebaik mungkin dan jangan membuang-buang waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat apalagi yang merugikan. Asah terus potensi, bakat dan talenta dengan fokus pada pengembangan Tri Dharma perguruan tinggi,” jelas Prof Eko.

Dalam acara ini, juga dilangsungkan penyematan jaket almamater oleh Prof Eko Sugiyanto kepada perwakilan mahasiswa baru dari sembilan fakultas didampingi pimpinan fakultas/Dekan.

Dalam tayangan virtual, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim turut menyambut para mahasiswa baru Unas. Nadiem mengatakan, Kemendikbud Ristek telah membuat program MBKM untuk para mahasiswa dalam rangka memberikan kesempatan bagi mahasiswa/mahasiswi untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat.

Dengan kurikulum tersebut, mahasiswa dapat belajar diluar prodinya atau di luar kampus selama tiga semester. Nadiem menjelaskan, ada beberapa program MBKM yang dapat diikuti mahasiswa yaitu magang di perusahaan atau organisasi sosial dunia, melakukan studi independen, membangun desa, melakukan riset, mengerjakan proyek kemanusiaan, merancang dan merintis wirausaha, melakukan pertukaran mahasiswa didalam dan diluar negeri atau mengajar di SD atau SMP melalui program kampus mengajar.

Berita Terkait : Jasa Raharja Gaet Mahasiswa Hadirkan Inovasi Keselamatan Berlalu Lintas

“Semua program ini kami rancang untuk memberi ruang mahasiswa dengan keberagaman minat dan ketertarikannya untuk mendapatkan pengalaman yang tidak tertulis dalam buku teks atau bisa diajarkan. kelak pengalaman itu akan menjadi kendaraan kalian meraih mimpi di masa depan,” ucapnya.

Dalam kegiatan ini, turut disampaikan melalui video tentang bahaya terorisme yang dipaparkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar, kemudian Direktur Bela Negara Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Jubei Levianto menyampaikan tentang Bela Negara dan Materi Etika Bersosial Media dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.■