Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
“Selain itu, kondisi tekanan global juga berdampak kepada kondisi keuangan negara-negara kreditur,” ujar Kemenkeu.
Dengan nilai komitmen debt swap atau utang yang akan dihapus sebesar 334,97 juta dolar AS, per 30 September 2022 Pemerintah sudah merealisasikan proyek tersebut sebesar 290,51 juta dolar AS atau setara Rp 4,4 triliun.
Baca juga : Adaptasi Digital RI Dinilai Jauh Lebih Maju Dari Negara Lain
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman menjelaskan, proses debt swap dilakukan dengan mekanisme pertukaran utang dalam bentuk saham atau investasi kegiatan.
Menurut Luky, jumlah utang yang dihapus mencapai 303 juta dolar AS. Sementara itu, yang sudah terealisasi sebesar 261 juta dolar AS dengan 175 proyek.
Baca juga : Revisi Pengaturan Subsidi BBM Sedang Dibahas Antar Kementerian, Bakal Segera Disahkan?
“Kalau kita lihat, so far program debt swap yang sudah dilakukan itu baik bagi Indonesia,” kata Luky dalam keterangan persnya, waktu lalu.
Luky menjelaskan, debt swap dengan kreditur Jerman dilakukan untuk beberapa proyek seperti pendidikan, edukasi, global fund hingga kesehatan. Kemudian, proyek bersama Italia meliputi housing dan settlement.
Baca juga : Menhub Rayu Negeri Ginseng
Sementara dengan Australia, berkaitan dengan kesehatan atau debt to health untuk kesehatan. Serta dengan AS yakni debt to tropical forest. Dia menuturkan, debt swap itu bersifat dua arah. Apabila tendernya menang, dia mengaku sangat terbuka akan hal itu.
“Kadang-kadang kita menawarkan, tapi juga tergantung dari tendernya seperti apa,” tuturnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya