Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Sebanyak 135 film berpartisipasi dalam Universitas Jember Film Festival (UNEFF) 2022. Festival ini diharapkan dapat menumbuhkan atmosfer akademik yang kondusif untuk menjamin keberlanjutan dan peningkatan pelaksanaan pembelajaran di bidang ilmu perfilman.
Rektor Universitas Jember, Iwan Taruna menyampaikan empat misi dari UNEFF 2022. Pertama, memperkenalkan keberadaan Universitas Jember kepada anak muda sebagai calon mahasiswa, mengingat media film dekat dengan generasi milenial. Kedua, misi pengembangan budaya, harapannya UNEFF 2022 melahirkan film-film yang bersumber pada budaya dan kearifan lokal.
Baca juga : MUKI Sumut Tegaskan Netralitas Gereja Dalam Pilpres 2024
“Misi ketiga adalah membentuk ekosistem perfilman yang akan melahirkan insan-insan perfilman berkualitas, apalagi PSTF FIB adalah satu-satunya institusi pendidikan formal televisi dan film di Jawa Timur. Keempat, UNEFF 2022 juga membawa misi ekonomi sebab jika UNEFF makin berkembang maka secara alami investor dan pelaku usaha akan datang, maka Jember dan wilayah Tapal Kuda juga yang akan merasakan manfaatnya,” tutur Rektor Iwan dalam keterangan tertulis, Rabu (9/11).
Rektor Iwan juga menekankan penyelenggaraan festival ini diharapkan dapat melibatkan banyak partisipan agar menumbuhkan atmosfer akademik yang kondusif untuk menjamin keberlanjutan dan peningkatan pelaksanaan pembelajaran di bidang ilmu perfilman.
Baca juga : Pesan Ganjar Buat Ribuan Wisudawan Universitas Pancasila Mbrebes Mili
Selain itu, festival ini diharapkan menumbuhkan rasa kecintaan terhadap perfilman Indonesia. Hal ini terbukti dari 315 yang berpartispasi berasal dari seluruh Indonesia. Film tersebut terdiri dari 182 film kategori fiksi umum, 52 film kategori fiksi pelajar, 9 film kategori film vertikal, 49 film kategori film dokumenter dan 23 film kategori Gati Jemberan atau film bernuansa budaya Jember dan wilayah Tapal Kuda.
“Di tahun pertama pelaksanaan UNEFF ini, kami mengusung tema Cultifest yang bermakna pembudidaya. Pembudidaya dalam artian kita sebagai pegiat televisi dan film selalu berusaha untuk terus berkembang dengan memanfaatkan segala sumber daya yang ada sehingga dapat membuahkan hasil dan memberikan manfaat bagi banyak orang. Kami berharap adanya UNEFF akan menjadikan Jember makin dikenal sebagai kota industri kreatif. Setelah dikenal dengan Jember Fashion Carnival-nya, semoga Jember makin dikenal dengan festival film-nya,” jelas Ketua Panitia UNEFF 2022 Salman Al Farisi.
Baca juga : Universitas Jember Kukuhkan 2 Guru Besar
UNEJ menargetkan jumlah peserta yang datang sebanyak 1000 pengunjung. Selain menggelar kompetisi film, UNEFF 2022 juga diisi dengan pemutaran film dan beragam diskusi terkait dunia film. Pemerhati dan pegiat film juga bisa mengikuti berbagai pelatihan mulai dari kelas make up film, kritik film hingga bagaimana distribusi film yang baik.
Puncak kegiatan event ini pada 3 Desember 2022 bersamaan dengan malam peringatan Dies Natalis ke-58 Universitas Jember. Beberapa nama Dewan Juri tidak asing di kancah perfilman Indonesia yaitu sutradara Jeihan Angga, Sazkia Noor merupakan dosen dan peneliti film dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta yang juga sekaligus film maker, Panji Wibowo adalah kritikus dan pegiat film nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya