Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
“Tetapi ada mungkin hitung-hitungan dari Pemerintah yang kita juga belum tahu. Dan kita akan menunggu saja (pengajuan calon Panglima), karena itu sifatnya usulan dari Pemerintah kepada DPR untuk dilakukan prosesnya,” terangnya.
Lalu, siapa yang akan dipilih Jokowi? Deputi IV Kepala Staf Presiden Juri Ardiantoro tak bisa memberikan bocoran. Dia menegaskan, kewenangan pengangkatan Panglima TNI sepenuhnya di tangan Kepala Negara. "Itu akan dijelaskan Presiden langsung," ucapnya, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Sementara, pengamat militer dan pertahanan Susaningtyas Kertopati menyatakan, sejak masa reformasi, proses pergantian Panglima TNI selalu menjadi topik menarik dan perhatian banyak kalangan. Banyak pakar dan akademisi memberikan pandangan terkait perspektif dan ketentuan yang berlaku selama ini.
Baca juga : Survei INES: Pemilih Cerdas Inginkan Airlangga Presiden
"Suksesi di tubuh TNI selalu menjadi diskursus yang hangat, mengingat TNI sebagai salah satu komponen penting bangsa Indonesia banyak berperan penting dalam dinamika bangsa Indonesia," jelas perempuan yang akrab disapa Nuning ini.
Mengenai calon, Nuning menjelaskan, berdasarkan Pasal 13 ayat 4 Undang-Undang Nomor 34/2004, jabatan Panglima TNI dapat dijabat perwira tinggi aktif yang sedang atau pernah menjabat sebagai kepala staf angkatan. Artinya, KSAD, KSAL, dan KSAU memiliki peluang yang sama untuk menjabat Panglima TNI.
"Meski harus bergantian, tapi pada kenyataannya Presiden yang menentukan siapa yang akan menjabat. Hak prerogatif Presiden tersebut memang tidak dapat diintervensi oleh siapa pun," imbuhnya.
Baca juga : Dukung Usaha Kecil, KAI Resmikan Teras UMK Di Stasiun Bandung
Akan tetapi, dia mengingatkan bahwa pengangkatan Panglima TNI sebaiknya berdasarkan dari tiga faktor. Pertama, usia dan prestasi kerja. Nuning bilang, penting untuk menentukan proyeksi masa jabatan Panglima TNI minimal dua tahun ke depan untuk menjaga proses regenerasi.
"Jika tidak diperhatikan, pengalaman menunjukkan beberapa perwira yang cemerlang tidak sempat menjabat karena terhalang seniornya yang belum pensiun,” ucapnya.
Kedua, pertimbangan kebutuhan organisasi TNI dalam kurun waktu ke depan sebagai bagian modernisasi alutsista. Sehingga dibutuhkan kemampuan manajemen tempur dan diplomasi militer yang andal.
Baca juga : Golkar Yakin Panglima TNI Baru Pilihan Jokowi Pasti Yang Terbaik
"Ketiga, pertimbangan perkembangan lingkungan strategis pada tataran global dan regional. Dibutuhkan sosok Panglima TNI yang memiliki dampak penangkalan bagi petinggi militer internasional. Penting sekali jika Panglima TNI disegani dunia internasional," pungkas dia. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya