Dewan Pers

Dark/Light Mode

Sukses Tangani Covid-19, Popularitas Airlangga Menanjak

Rabu, 14 September 2022 10:12 WIB
Menko Perekonomian yang juga Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto/Ist
Menko Perekonomian yang juga Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah mengatakan, kesuksesan Indonesia menangani pandemi Covid-19 tidak lepas dari kerja keras para menteri. Salah satunya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) dan juga Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, punya peran sentral dalam penangan pandemi Covid-19. 

”Kedua menteri ini cukup mampu menerjemahkan kehendak dan kemauan presiden, keluarlah instruksi Mendagri dalam berbagai aspek,” kata Trubus, Selasa (13/9). 

Sebelumnya, dalam survei yang dilakukan Lembaga Penelitian Masyarakat Milenium (LPMM) disebutkan, Airlangga dikenal oleh 58,9 persen publik sebagai Menko Perekonomian dan juga tokoh yang diberikan tanggung jawab oleh Presiden Jokowi sebagai Ketua KPC-PEN untuk memulihkan perekonomian nasional, akibat Covid-19. Airlangga juga dikenal sebagai Ketua Umum Partai Golkar. 

Survei mencari tokoh mana yang kebijakan dan programnya paling dirasakan memberikan dampak pada masyarakat dalam 2 tahun terakhir kepada 1988 responden.

“Hasilnya, Airlangga Hartarto dinilai tokoh dan bakal capres yang kebijakan dan programnya banyak membantu masyarakat di saat kesulitan ekonomi keluarganya, akibat dampak Covid," kata Direktur Eksekutif LPMM Alamsyah Wijaya.

Berita Terkait : Airlangga Rayu Mendag AS

Menurut Trubus, sejumlah kebijakan dan terobosan memang dilakukan pemerintah sejak awal pandemi Covid. Airlangga melalui KPC-PEN menyalurkan sejumlah bantuan sosial, begitu juga dengan kementerian/lembaga lain. 

“Bantuan ini telah menyelamatkan masyarakat dari berbagai kondisi saat Covid, karena adanya pembatasan-pembatasan, sehingga tercukupi,” jelas Trubus. 

Lebih lanjut, Trubus mengapresiasi kerja sama pemerintah pusat dan daerah, juga masyarakat dalam penanganan pandemi Covid.

Jika dilihat dari koordinasi kolaborasi antarkementerian/lembaga yang sebenarnya ego sektoral kuat, namun dalam mengatasi Covid cukup baik. Hubungan pusat dan daerah, baikdan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dan masyarakat terjalin sinergis.

“Jadi, penanganan Covid berjalan patut kita banggakan juga,“ ucap Trubus.

Dengan kolaborasi dan sinergi ini, dalam dua tahun, perekonomian nasional pulih lebih cepat. Sampai saat ini diperkirakan akan tumbuh 5,44 persen year on year (yoy) di 2022. 

Berita Terkait : Anies Datangi KPK, Demi Hilangkan Prasangka

Pasangan Airlangga-Ganjar

Selain itu, LPMM juga melakukan survei untuk mengukur dinamika pendapat dan pilihan masyarakat terhadap parpol dan tokoh bakal capres pada pemilu 2024. 

Hasilnya, jika pilpres digelar hari ini dengan tokoh mana yang akan dipilih dengan pertanyaan tertutup, maka nama Airlangga Hartarto dipilih oleh 29,2 persen, Prabowo Subianto 21,0 persen, Andika Perkasa 12,7 persen, Ganjar Pranowo 7,1 persen, Anies Baswedan 5,2 persen, Puan Maharani 4,1 persen, Muhaimin Iskandar 1,6 persen dan yang tidak memilih 19,1 persen responden.

Dari hasil simulasi nama tokoh-tokoh jika dipasangkan sebagai capres dan cawapres, didapati dari hasil survei Pasangan Airlangga Hartarto-Ganjar Pranowo menjadi pasangan yang paling banyak dipilih dengan tingkat keterpilihan 45,6 persen.

Sedangkan preferensi publik dalam memilih partai politik menunjukkan elektabilitas Golkar 15,8 persen, Gerindra 14,6 persen, PDI-P 14,7 persen, Demokrat 5,4 persen, PKB 5,2 persen, PKS 5,1 persen, Nasdem 4,4 persen, Perindo 4,2 persen, PAN 4,1 persen dan PPP 4,1 persen.

Pengamat politik Ray Rangkuti menilai, ada kemungkinan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) akan mengusung pasangan Airlangga Hartarto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024. Hal itu didasarkan pada posisi Golkar yang cukup kuat dalam KIB, sehingga besar peluang menyodorkan nama Airlangga sebagai capres.

Berita Terkait : Ini Yang Akan Dibahas Puan Saat Ketemu Airlangga Dan Prabowo

"Kalau soal mungkin ya mungkin saja. Kans itu besar, mengingat Golkar saya kira cukup berpengaruh di lingkaran KIB," ujarnya, Selasa (13/9).

Namun, lanjut Ray, elektabilitas Airlangga perlu didongkrak. Berbeda dengan LPMM, Ray menilai keberhasilan Airlangga dalam bidang ekonomi tidak cukup mendongkrak popularitasnya.

"Istilah saya, pekerjaan di belakang meja. Padahal yang dibutuhkan adalah posisi yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Sayangnya, Airlangga lebih memilih itu. Efeknya dia tidak begitu dikenal di kalangan masyarakat," ujarnya.

Ray berpendapat, meski Airlangga disebut berkinerja baik dalam bidang ekonomi, itu tidak cukup kuat menjamin elektabilitasnya melesat.

"Yang mengerti itu ya sebagian pelaku ekonomi. Saya kira jumlahnya tidak lebih dari 10 persen total pemilih. Yang 10 persen ini belum tentu juga menyukai Airlangga. Bisa jadi mereka melihat capaian ekonomi karena kerja tim, bukan kerja Airlangga saja," pungkasnya.■