Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Menurut Toto, angka 6,0 persen yang diraih NasDem termasuk yang tertinggi sepanjang tahun 2022. “Bisa dispekulasikan, kalau dilihat dari sisi momentum, ada pengaruh positif dari deklarasi Partai Nasdem terhadap Anies Baswedan,” ujarnya.
Apa tanggapan PDIP? Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan, elektabilitas yang dimiliki partainya masih relatif stabil. Di bulan September, elektabilitas PDIP sebesar 21.4 persen dan naik menjadi 21.7 persen.
“Lalu jika dibandingkan dengan lembaga survei lainnya, range PDI Perjuangan berkisar 22 sampai 25 persen. Jadi jadi masih masuk margin of error,” kata Hasto dalam pesan singkatnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Ini Dia, 19 Pemain Yang Diragukan Tampil Di Piala Dunia 2022 Qatar
Politisi senior PDIP Hendrawan Supratikno menilai naik-turunnya elektabilitas parpol adalah sesuatu yang wajar pribadi. Pihaknya mencatat, tapi tidak sepenuhnya menjadikan hasil survei tersebut sebagai patokan utama.
“Agenda kami berbeda dengan agenda lembaga survei. Karena kadang-kadang lembaga survei sering juga menjadi konsultan dan persuator politik. Kami juga membaca agenda setting dari lembaga survei,” kata Hendrawan tadi malam.
Menurutnya, temuan survei yang memproyeksikan PDIP akan ditinggalkan oleh pemilihnya jika tidak mengusung Ganjar sebagai capres, juga masih patut dipertanyakan bahkan diragukan. Sehingga rekomendasi dari lembaga survei tidak akan ditelan mentah-mentah. “Jangan mengajari ikan untuk berenang lah ya... He-he-he,” guyonnya.
Baca juga : Negaranya Digoyang Bom, Presiden Turki Tetap Ke Bali
Sementara itu, Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya bersyukur melihat elektabilitas partainya naik siginifikan usai deklarasi pencapresan Anies. Ia tidak menampik jika naiknya tingkat keterpilihan partainya karena efek ekor jas Anies.
“Kalau itu ada (efek ekor jas) Alhamdulillah wa syukurillah. Berarti kami mulai merasakan buahnya,” kata Willy tadi malam.
Pengamat politik Ray Rangkuti menilai tren peningkatan elektabilitas NasDem efek dari ekor jas pencapresan Anies masih dinamis. Karena dua partai lain belum deklarasi, yakni PKS dan Demokrat.
Baca juga : Antisipasi Dinamika Di Lapangan, Polri Telah Siapkan Kontijensi Plan
“Ini belum final, masih jauh. Jangan-jangan nanti akan pindah ke PKS, Demokrat dan lainnya,” kata Ray saat dikonfirmasi. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya