Dark/Light Mode

Kepuasan Dan Kepercayaan Publik Terhadap Jokowi Meningkat

Bamsoet Optimis, Indonesia Bisa Lewati Krisis Global

Kamis, 8 Desember 2022 17:18 WIB
Presiden Jokowi (Foto: Instagram)
Presiden Jokowi (Foto: Instagram)

 Sebelumnya 
Optimisme proyeksi ekonomi didorong oleh beberapa faktor. Antara lain, tingginya tingkat konsumsi rumah tangga  yang menurut data BPS mencapai 5,4 persen.

Asal tahu saja, konsumsi rumah tangga berkontribusi sekitar 57 persen dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Hilirisasi dan perbaikan iklim investasi pada berbagai sektor perekonomian, misalnya sektor otomotif, menumbuhkan investasi pada mesin dan kendaraan komersial masing-masing sebesar 36,5 persen dan 17,1 persen (year on year).

Baca juga : Kepuasan Ke Jokowi Naik, Bamsoet Pede RI Mampu Lewati Masa Krisis Global

"Kredit perbankan yang tumbuh 11 persen  turut mendukung pemulihan investasi pada kuartal III tahun ini," terang Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua Umum FKPPI ini menambahkan, faktor lain seperti pengendalian inflasi serta perluasan program perlindungan sosial melalui peningkatan subsidi energi, bantuan subsidi upahan dan Bantuan Langsung Tunai atau BLT, dan Bansos Pemda juga ikut mendukung.

Termasuk, pemerataan pemulihan perekonomian pada berbagai sektor, yang tak hanya dari sisi konsumsi, tetapi juga dari sisi produksi.

Baca juga : Bamsoet Optimis Ekonomi Batam Terus Membaik

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), seluruh sektor produksi berhasil tumbuh positif di kuartal III tahun 2022. Dalam periode tersebut, sektor manufaktur  unggulan ekonomi Indonesia tumbuh 4,8 persen.

"Di tengah berbagai optimisme, pemerintah harus terus melakukan pemberdayaan UMKM, sebagai sendi perekonomian nasional," ucap Bamsoet.

UMKM memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Dengan kemampuan menyerap tenaga kerja hingga 97 persen, dan menghimpun investasi sampai 60,4 persen.

Baca juga : Luhut Yakin, Kepercayaan Dunia Terhadap RI Meningkat Pasca KTT G20 Bali, Ini Alasannya...

Bamsoet menegaskan, pemerintah perlu terus mendorong konsumsi rumah tangga, sebagai poros roda pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Konsumsi rumah tangga dapat distimulasi pemerintah  melalui berbagai program perlindungan sosial, untuk menjaga dan meningkatkan daya beli masyarakat berpenghasilan rendah, sekaligus mendorong konsumsi masyarakat.

"Program perlindungan sosial seperti bantuan sosial, BLT Dana Desa, subsidi dan Program Keluarga Harapan, semuanya dilakukan dengan tepat sasaran," pungkas Bamsoet. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.