Dark/Light Mode

Hapus Kemiskinan Ekstrem Di 2024

Wapres Tebar Optimisme

Minggu, 5 Februari 2023 07:50 WIB
Wakil Presiden (Wapres) KH Maruf Amin. (Foto: Setwapres)
Wakil Presiden (Wapres) KH Maruf Amin. (Foto: Setwapres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menargetkan, Indonesia bisa menyelesaikan kemiskinan ekstrem pada tahun depan atau 2024. Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin optimis, Pemerintah akan mampu mencapai target tersebut.

Meski, Ma’ruf mengakui, pandemi Covid-19 membuat pengentasan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem semakin sulit. “Sisa waktu ini kita genjot terus, optimis kita bisa mencapai target, meski karena adanya pandemi memang terhambat, sehingga memang lebih berat,” ujar Ma’ruf, di Istana Kepresidenan Yogyakarta, kemarin.

Eks Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu menyatakan, target 0 kemiskinan ekstrem di 2024 sebetulnya adalah target yang dicanangkan sebelum pandemi Covid-19.

Kemudian, bencana kesehatan yang melanda hampir tiga tahun terakhir, memperberat upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem tersebut. Tapi Pemerin­tah ogah menyerah.

Baca juga : Heru Ajak Pengurus RW Kompak Turunkan Kemiskinan Ekstrem Dan Stunting Di Ibu Kota

“Kita masih berkeinginan dengan berbagai cara melaku­kan langkah-langkah yang lebih efektif dan juga terobosan-terobosan dengan mempercepat gerakan, mengkoordinasikan semua langkah, dan kemudian membuat sasaran-sasaran prioritas, di mana angka kemiskinan itu tinggi,” tegasnya.

Ma’ruf menyebut, saat ini terdapat 12 provinsi yang telah menjadi sasaran prioritas penanggulangan kemiskinan ekstrem.

“Kita inginkan masih tetap 2024 itu 0 persen. Artinya kita masih tetap berkeinginan. Bahwa itu karena adanya pandemi memang terhambat, se­hingga memang lebih berat,” tuturnya.

Wapres menekankan, dana penanggulangan kemiskinan harus tepat sasaran, jangan di­gunakan terlalu besar untuk rapat dan perjalanan dinas.

Baca juga : Ganjar Konsisten Serap Tenaga Kerja SMK Lewat Link And Match Industri

Ma’ruf merespon pernyataan Menpan RB Azwar Anas yang menyebut, anggaran pengen­tasan kemiskinan yang mencapai Rp 500 triliun, lebih banyak dihabiskan untuk rapat dan studi banding di hotel.

“Kemudian koordinasi pro­gramnya yang benar, kemudian konvergensi anggarannya,” ingat Ma’ruf.

Eks Anggota Dewan Pertim­bangan Presiden (Wantimpres) ini menambahkan, anggaran penanggulangan kemiskinan pada dasarnya digunakan untuk dua program, yaitu perlindungan sosial dan pemberdayaan ma­syarakat.

“Dua anggaran itu memang besar dan tersebar di berbagai kementerian lembaga,” tam­bahnya.

Baca juga : BPS: Kemiskinan Ekstrem Nol Persen Sulit Tercapai

Dia bilang, persoalan penang­gulangan kemiskinan itu bukan masalah anggaran saja. Karena anggarannya sudah besar.

“Tapi pada kinerja yang lebih efektif, ini yang harus dibenahi betul,” tegas Ma’ruf.

Terpisah, Kepala Biro Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menyatakan, untuk mencapai target tersebut, perlu adanya per­baikan yang sistematik menge­nai tata kelola penanggulangan pengentasan kemiskinan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.