Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Ucapan ini terlontar dari Asvi Warman Adam, ketika membedah buku Menuju Lentera Merah pada Sabtu (4/3/2022) lalu.
Buku yang diterbitkan UGM Press pada 2017 lalu itu, ditulis oleh mantan jurnalis Rakyat Merdeka, Fikrul Hanif Sufyan. Asvi menegaskan pentingnya kehadiran buku ini, untuk mengungkap peran seorang tokoh pergerakan yang menentang Kolonial Belanda di Sumatra Barat, bernama Haji Ahmad Khatib gelar Datuk Batuah.

Baca juga : Kontribusi Perempuan Iran dalam Mewujudkan Peradaban Baru Dunia
Salah seorang peneliti utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan ahli sejarah Indonesia ini, mengungkap pengalamannya, ketika mengunjungi ranah kelahiran Perintis Kemerdekaan, yang pernah dibuang ke Tanah Tinggi Papua, dan Cowra Australia Barat itu. Ia mengaku terkejut, melihat kondisi rumah dan makam dari angota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) itu.
“Sangat menyedihkan melihat kondisi makamnya, tanpa nisan. Beliau itu, tokoh nasional, seorang pemimpin pergerakan, tokoh perintis pergerakan. Karena beliau ini pernah dibuang ke Digoel!” tegas Profesor riset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dalam bedah buku tersebut.
Baca juga : Gunting Pita, Menag Resmikan Rumah Sakit NU di Batang
Tidak sekadar tokoh perintis kemerdekaan, lanjut Asvi, Haji Datuk Batuah adalah anggota KNIP, yang surat pengangkatannya ditanda tangani langsung oleh Presiden Soekarno. “Apalagi sebagai pemimpin Sarekat Rakyat, dia tidak pernah terlibat dalam peristiwa Madiun, apalagi 1965! Sebab, beliau ini tahun 1949 sudah meninggal dunia,” lanjut Asvi, kepada seluruh audiens yang menghadiri acara tersebut.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya