Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Doktor alumni École des Hautes Études en Sciences Sociales (EHESS) Paris ini pun meminta Pemerintah, untuk segera merehab rumah dan makam Haji Datuk Batuah. Sebab, putra Nagari Koto Laweh itu, lanjutnya, adalah tokoh nasional, bila dilihat dari gerakannya menentang Kolonial Belanda.
Senada dengan Asvi, Fikrul Hanif turut mendukung, agar Pemerintah memberikan perhatian pada perintis kemerdekaan, terutama pada peninggalannya.
Baca juga : Kontribusi Perempuan Iran dalam Mewujudkan Peradaban Baru Dunia
“Sejak memimpin Sarekat Rakyat, Haji Datuk Batuah kerap menyerang praktik-praktik Kolonial dan belasting (baca: pajak) yang dipaksakan kepada rakyat. Melalui artikel yang ditulisnya surat kabar Djago! Djago!, Pemandangan Islam, dan Doenia Achirat, membuat Residen Sumatra Barat, berang,” terang Fikrul Hanif, dalam bedah bukunya.

Sebagai seorang guru agama di Sumatra Thawalib, pembantu redaktur Al Munir Al Manar, dan datuk di sukunya, lanjut Fikrul, menjadikannya mudah meraih simpati rakyat untuk melawan praktik Pemerintah Kolonial Belanda, yang menyengsarakan rakyat. “Dan tokoh pergerakan ini, juga tercatat sebagai murid Syekh Ahmad Khatib al Minangkabawi, dan murid kesayangan dari Haji Abdul Karim Amrullah, ayahnya buya HAMKA,” papar Fikrul lagi.
Baca juga : Gunting Pita, Menag Resmikan Rumah Sakit NU di Batang
Akibat gerakan protes melalui tulisan-tulisannya di surat kabar, Haji Datuk Batuah, bersama rekannya Natar Zainuddin, kemudian ditangkap pada November 1923. Kedua propagandis kiri itu pun dibuang ke Kafemenanu dan Kalabahi Nusa Tenggara Timur.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya