Dark/Light Mode

Asvi Warman Adam

Rehab Rumah dan Makam Haji Datuk Batuah!

Minggu, 12 Maret 2023 11:51 WIB
Fikrul Hanif Sufyan (kiri) di acara bedah buku karyanya, Menuju Lentera Merah pada Sabtu (4/3/2022) lalu. Sementara Asvi Warman Adam hadir secara virtual (di layar). [Foto: Fikrul Hanif Sufyan]
Fikrul Hanif Sufyan (kiri) di acara bedah buku karyanya, Menuju Lentera Merah pada Sabtu (4/3/2022) lalu. Sementara Asvi Warman Adam hadir secara virtual (di layar). [Foto: Fikrul Hanif Sufyan]

 Sebelumnya 
Pasca peristiwa Banten dan Silungkang yang heroik, mereka menjadi interniran di Tanah Merah dan Tanah Tinggi Boven Digoel Papua.

Dibuangnya kedua tokoh Sarekat Rakyat ini, tidak membuat gerakan anti kolonial di Sumatra Barat mundur. Malah bertambah besar. Puncaknya, ketika peristiwa 16 November 1926 dan 1 Januari 1927 meletus di beberapa kawasan, misalnya di Silungkang, Muaro Sijunjung, Sawahlunto, dan lainnya. Peristiwa perlawanan rakyat yang digawangi Komunis itu, memang berakhir tragis. Namun, perlawanan itu menjadi bagian memori kolektif orang Minang, terhadap semangat anti kolonial.

Baca juga : Kontribusi Perempuan Iran dalam Mewujudkan Peradaban Baru Dunia

Asvi Warman Adam kembali melontarkan terkait Peristiwa Silungkang 1927. “Sangat penting juga mendirikan tugu/monumen di Silungkang. Bahwa pernah terjadi perlawanan terhadap penjajah Belanda itu di Silungkang,” tegas Asvi.

Suara-suara penolakan atas usulan pembangunan monumen di Silungkang itu, tambah Asvi tidaklah masuk akal. Sebab, perlawanan terhadap penjajah Belanda dilakukan oleh rakyat. “Perlawanan yang digerakkan oleh rakyat itu, tidak saja perlu dipelajari dalam muatan sejarah lokal, tapi juga perlu diingat melalui pembangunan monumen,” sambung Asvi mengakhiri pemaparannya.

Baca juga : Gunting Pita, Menag Resmikan Rumah Sakit NU di Batang

Bedah buku yang diselenggarakan Toko Buku, Perpustakaan, dan Arsip STEVA itu juga mengundang pembedah dari Direktur LBH Kota Padang, Indira Suryani. Acara yang dimoderatori oleh kolumnis dan periset sejarah Randi Reimena itu diikuti oleh akademisi, pegiat HAM, sastrawan, budayawan, dan lain sebagainya. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.