Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Dengan program ini, kata dia, Indonesia mendapat dukungan dari dunia internasional seperti Amerika Serikat dan Jepang dalan menyiapkan transisi energi dari batu bara ke energi terbarukan. Salah satu program itu adalah pengembangan hydropower yang sudah dimulai di Kalimantan Utara.
Pemerintah juga secara bertahap akan mematikan pembangkit yang berbasis batubara, dan membangun sumber pangan dengan membuat food estate. Pemerintah juga yang dibantu Eropa mulai mendorong penggunaan amoniak untuk pembangkit listrik.
Baca juga : FPCI Ajak Semua Pihak Peduli Masalah Iklim
Airlangga optimis berbagai program itu berhasil diwujudkan dan mampu mengurangi emisi karbon. Kata dia, salah satu kunci dalam mengatasi perubahan iklim ini adalah lewat teknologi. Indonesia misalnya, sudah memulai membicarakan pemanfaatan reaktor nuklir untuk pembangkit listrik. “Saya seorang engineer, saya percaya teknologi yang bisa menjawab tantangan tersebut,” kara Airlangga, yang lulusan Teknik Mesin UGM Yogyakarta ini.
Sementara itu, AHY mengambil sudut pandang yang agak kritis dalam tema ini. Kata dia, tema ini memang penting. Salah satu cara untuk menggugah wawasan rakyat soal perubahan iklim adalah dengan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Saat rakyat sejahtera, maka rakyat akan makin peduli.
Baca juga : Imin Dipingit, Tapi Masih Keluyuran
Menurut dia, bagaimana mau membicarakan soal perubahan iklim kalau kebutuhan utama rakyat belum terpenuhi. Selain itu, bagaimana membicarakan persoalan transisi energi kalau masyarakat belum memiliki kesejahteraan yang cukup.
Karena itu, lanjut dia, butuh peningkatan kesejahteraan agar rakyat memiliki kesadaran soal iklim. “Tidak etis bicara soal lingkungan sementara kita tidak bisa memenuhi kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Baca juga : Adakah Standar Suksesi Politik Dalam Islam?
Ketua FPCI Dino Patti Djalal yang juga menjadi moderator berharap, Pemilu 2024 bisa menjadi tonggak penting bagi lahirnya kebijakan Indonesia, yang lebih serius terhadap berbagai isu perubahan iklim. Saat ini, perubahan iklim adalah agenda politik yang mendesak, setelah isu korupsi. Dino menyebut, keberhasilan isu iklim dalam Pemilu 2024 sangat ditentukan oleh peran orang muda. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya