Dark/Light Mode

Penyuluh dan Pendamping Pembangunan Dorong Perubahan Adaptif

Jumat, 15 September 2023 16:24 WIB
Foto bersama narasumber dan para peserta seminar PAPPI di IPB University. (Foto: Istimewa)
Foto bersama narasumber dan para peserta seminar PAPPI di IPB University. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Pembekalan bagi pendamping dimaksudkan agar mereka tidak saja mampu memotivasi dan memberi pengetahuan kepada masyarakat untuk menuntaskan kemiskinan ekstrim melalui Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan perbaikan gizi untuk stunting dan lainnya.

Nunung menekankan, para penyuluh atau pendamping juga harus mampu melakukan monitoring sekaligus evaluasi sejauh mana sasaran atau penerima manfaat telah mampu mandiri bahkan dapat membantu masyarakat lainnya.

“Para pendamping juga harus lebih jeli serta punya pertimbangan untuk mengalihkan bantuan dan pendampingan kepada yang lebih membutuhkan,” pesan Nunung dalam kapasitas mewakili Menko PMK Muhadjir Effendy.

Sementara Direktur Transformasi Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran (DTPTP) IPB University, Lien Herlina menyambut antusias seminar nasional PAPPI yang bertema ‘Adaptabilitas Penyuluhan di Era Disrupsi: Peran Pendamping Pembangunan’.

Baca juga : Tekan MoU, ACE-CASE-ETP Jalin Kemitraan Dorong Kemajuan ASEAN Power Grid

Menurut Lien, kemajuan teknologi dan perkembangan masyarakat memaksa penyuluh atau pendamping bukan saja memberi pengetahuan (knowledge) tapi juga mampu beradaptasi terhadap perubahan dan kebutuhan masyarakat.

Sebagai seorang akademisi yang berkonsentrasi pada pendidikan, dirinya berharap para penyuluh, perhimpunan dan asosiasi tidak tersekat kepada sikap atau tuntutan sesuatu harus sama.

Menurutnya, penyuluh dan pendamping pembangunan harus mampu membangun resiliensi karena pada dasarnya sulit beradaptasi dengan kemajuan dan perubahan yang berlangsung cepat dan dinamis.

“Penyuluh tidak lagi sekadar menyuluh atau sebatas knowledge, menyampaikan materi karena masyarakat sekarang tinggal ‘Google’ saja untuk tahu segala sesuatu. Yang diperlukan bagaimana bisa mengajak masyarakat untuk bergerak melakukan perubahan,” ujar Lien dalam keterangannya, dikutip Jumat (15/9).

Baca juga : 2 Nelayan Morotai Yang Hilang Ditemukan Selamat Di Perairan Filipina

Ketua Umum PAPPI, Siti Amanah menyampaikan penyuluh sebagai bagian pendamping pembangunan harus memiliki adaptabilitas serta tetap relevan dan efektif dalam era disrupsi.

Menurutnya, penyuluh harus mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai alat agar dapat mencapai tujuan penyuluhan dengan lebih efisien.

“Ke depan, peran pendamping pembangunan menjadi semakin penting. Pendampingan pembangunan bekerja sama dengan penyuluh dalam mendampingi dan membimbing masyarakat dalam menghadapi perubahan yang cepat,”jelasnya.

Ia berharap melalui seminar yang diawali dengan adanya pelatihan menulis jurnal ilmiah terakreditasi bagi kalangan akademisi tersebut.

Baca juga : Penguatan Aparat dan Kelembagaan Dukung Desa Maju dan Mandiri

"Diharapkan nantinya para penyuluh, pendamping pembangunan maupun para akademisi tidak saja berubah pola pikir (mindset) tapi juga pola tindak sehingga dapat terwujud segala program pembangunan yang direncanakan," ujar Siti Aminah.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang telah mendukung telaksananya seminar ini, seperti Departemen SKPM FEMA IPB, APP-KPPMI, Kemenko PMK, PT Petrokimia Gresik, PT Pesona Khatulistiwa Nusantara, PT Saraswanti Anugerah Makmur, Sayaga Wisata Bogor, Perum Bulog, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Danone Indonesia dan sebagai mitra pelaksana RASSEA, IFRAS, CARE IPB.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.