Dark/Light Mode

Panglima TNI Minta Maaf Soal Piting

Rabu, 20 September 2023 08:00 WIB
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono. (Foto: Antara)
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono. (Foto: Antara)

 Sebelumnya 
“Umpamanya masyarakatnya 1.000, kita keluarkan 1.000, satu miting satu itu kan selesai, gak usah pake alat, dipiting aja satu-satu, tau dipiting?” tambahnya.

Video potongan pernyataan Yudo itu kemudian viral. Banyak yang menilai ucapan Yudo soal piting itu, makin membuat konflik di Pulau Rempang semakin panas.

Baca juga : Soal Pernyataan Memiting Pendemo Rempang, Panglima TNI Minta Maaf

Tak lama video itu viral, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksda Julius Widjojono coba meluruskan. Laksda Julius menjelaskan konteks kalimat Panglima TNI tidak seperti yang dituduhkan publik.

“Jika dilihat secara utuh dalam video tersebut, Panglima TNI sedang menjelaskan bahwa demo yang terjadi di Rempang sudah mengarah pada tindakan anarkisme yang dapat membahayakan, baik aparat maupun masyarakat itu sendiri, sehingga meminta agar masing-masing pihak untuk menahan diri,” kata Kapuspen TNI dalam keterangan pers, Senin (18/9).

Baca juga : Panglima TNI Lepas Tim The Rising Tide A Resonance

Julius menyampaikan bahwa Panglima TNI menginstruksikan kepada Komandan Satuan untuk melarang prajurit menggunakan alat/senjata, dalam mengamankan aksi demo Rempang. Panglima TNI, lanjutnya, ingin menghindari korban sehingga lebih baik menurunkan prajurit lebih banyak dari pada menggunakan peralatan yang bisa mematikan.

“Panglima mengatakan, jangan memakai senjata, tapi turunkan personel untuk mengamankan demo itu,” ujarnya.

Baca juga : Rawan Gempa, Badan Geologi Minta Mitigasi Bencana Donggala Ditingkatkan

Dia mengatakan penggunaan istilah ‘piting-memiting’ itu sebenarnya hanya bahasa prajurit, karena disampaikan di forum prajurit. Namun, arti dari bahasa ‘piting-memiting’ yang dimaksudnya ialah setiap prajurit ‘merangkul’ satu masyarakat agar terhindar dari bentrokan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.