Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Sambut Hari Pahlawan

Asrinidevy: Teladani Nilai Perjuangan, Wujudkan Indonesia Emas

Jumat, 10 November 2023 19:17 WIB
Foto: Ist
Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Hari pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November menjadi momentum penting dalam mengenang perjalanan sejarah kemerdekaan Indonesia.

Ini adalah hari untuk kembali menguatkan nilai perjuangan dan pengorbanan untuk mencapai cita-cita besar bangsa Indonesia.

Pernyataan di atas adalah sepenggal perspektif yang disampaikan mantan Presidium Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Putu Asrinidevy.

Hal tersebut diungkapkannya saat memperingati Hari Pahlawan, di Jakarta, Jumat (10/11).

Perempuan muda asal Bali ini memiliki pandangannya sendiri dalam memaknai hari Pahlawan.

Baca juga : Ganjar Dukung Pembangunan Seni Dan Budaya Indonesia

Menurutnya, generasi hari ini memiliki privilege untuk memetik nilai dari setiap tokoh pahlawan untuk dapat diaktualisasikan sesuai kebutuhan hari ini.

"Perjuangan kita hari bukan dengan senjata untuk melawan penjajah, juga tidak sampai menumpahkan darah. Perjuangan kita hari ini adalah menguatkan nilai perjuangan, meningkatkan kemampuan untuk mampu berkontribusi dalam mewujudkan apa yang disebut Indonesia Emas," kata Asrinidevy yang akrab dipanggil Devy itu.

Untuk diketahui tema hari pahlawan tahun 2023 adalah "Semangat Pahlawan untuk Masa Depan Bangsa dalam Memerangi Kemiskinan dan Kebodohan".

Melalui tema tersebut, Kemensos mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk merenungkan peran pahlawan-pahlawan dalam memandu untuk menuju masa depan yang lebih baik.

Devy menilai, tema tersebut cukup spesifik sebagai salah satu bentuk aktualisasi nilai penting perjuangan.

Baca juga : UP Komit Lahirkan Generasi Unggul Berjiwa Pancasila untuk Indonesia Emas 2045

Upaya dalam memberantas kemiskinan dan memerangi kebodohan harus diawali dengan kualitas sistem pendidikan yang mumpuni.

"Akar dari kemiskinan pada dasarnya adalah kurangnya akses pendidikan yang memadai. Sistem pendidikan juga masih belum mampu menjangkau semua kalangan. Maka perjuangan kita dimulai dari sini," tegasnya.

Menurutnya dibutuhkan pemegang kebijakan yang memiliki perhatian lebih dalam memperbaiki sistem pendidikan hingga membentuk SDM yang berkualitas.

Ia cukup tertarik dengan salah satu program calon presiden (capres) Prabowo Subianto, yang dinilai memperbaiki kualitas generasi dari hal yang paling mendasar. Dalam hal ini, adalah gizi.

"Saya cukup tertarik dengan program makan siang untuk anak sekolah dari pak Prabowo. Menurut saya itu menjadi sebuah upaya yang sangat mendasar. Selain perbaikan sistem, beliau nampaknya merunut akar permasalahan SDM, dan memutuskan mempersiapkannya sejak dini dengan kualitas gizi yang baik," ungkap devy.

Baca juga : Sambut Hari Tata Ruang Nasional, Pos Indonesia Komit Ciptakan Energi Hijau

Dia kemudian memberi apresiasi kepada Prabowo bersama timnya yang mampu menyusun program yang sangat taktis dan strategis.

Harapannya, jika Prabowo dan cawapresnya, Gibran Rakabuming Raka mendapat mandat rakyat untuk menang, program tersebut mampu dilaksanakan secara menyeluruh.

Sehingga, perbaikan sistem dari atas akan berbanding lurus dengan SDM yang siap dan berkualitas.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.