Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Jurus Ganjar-Mahfud Atasi Ketimpangan Kesehatan, Pemerataan Layanan

Jumat, 1 Desember 2023 14:15 WIB
Capres-Cawapres nomor urut 3 Ganjar-Mahfud. (Foto: Istimewa)
Capres-Cawapres nomor urut 3 Ganjar-Mahfud. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD menawarkan program Satu Desa, Satu Tenaga Kesehatan (Nakes), Satu Fasilitas Kesehatan (Faskes), dalam kampanye Pilpres 2024.

Pasangan ini menilai, program yang diusungnya bisa menjadi solusi untuk mengatasi disparitas layanan kesehatan di berbagai daerah di Jawa, dan luar Jawa.

Baca juga : Ganjar-Mahfud Dominasi Suara Nahdliyin, Catat 69 Persen Suara

"Fakta menunjukkan, tingkat ketimpangan layanan kesehatan di Jawa dan luar Jawa masih besar, khususnya di daerah Timur Indonesia, seperti Papua dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)," tulis keterangan dari Ganjar-Mahfud yang diterima awak media, Jumat (1/12/2023).

Karenanya, pasangan yang diusung PDIP, PPP, Hanura dan Perindo ini menilai, pemerataan layanan kesehatan merupakan keharusan, jika ingin menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul di seluruh Indonesia.

Baca juga : Keterbukaan Informasi Pemprov Tingkatkan Kesejahteraan dan Kualitas Demokrasi

"Guna menyongsong era Indonesia Emas 2045," tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, tingkat ketimpangan layanan kesehatan di berbagai daerah di Indonesia masih sangat besar. Terutama antara daerah-daerah di Jawa dan luar Jawa.

Baca juga : Tok! Mahkamah Agung Tolak Gugatan Pembatalan Badan Hukum PSHT

Muhadjir mengatakan, pelayanan kesehatan di Pulau Jawa sudah baik, tapi di luar Pulau Jawa terutama di Indonesia Timur seperti Papua masih jauh dari kata layak.

"Tingkat disparitas pelayanan kesehatan masih sangat jauh. Kalau kita ingin Indonesia utuh bersatu, bukan hanya diimbau terus NKRI harga mati, tapi layanan kesehatannya tidak merata itu percuma," ucap Menko PMK, di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (28/11/2023). 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.