Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
WHO Minta Dunia Gercep Kendalikan Rokok Elektronik, Prof. Tjandra Bilang Begini
Kamis, 28 Desember 2023 16:30 WIB
Sebelumnya
Dalam penilaian Prof. Tjandra, penggunaan rokok elektronik di negara kita, sudah makin meluas.
Hasil survei “Global Adult Tobacco Survey (GATS)” tahun 2021 menunjukkan, prevalensi perokok elektrik di Indonesia naik dari angka 0,3 persen (2011) menjadi 3 persen (2021).
Baca juga : OJK Minta Industri Perbankan Blokir Rekening Judi Online Dan Pencucian Uang
Angka tersebut setara 6,2 juta orang perokok elektronik, yang terdiri atas 5,8 persen laki-laki dan 0,3 persen perempuan.
Di sisi lain, survei GATS juga menunjukkan bahwa prevalensi perokok remaja usia 13-15 tahun di Indonesia, meningkat sebesar 19,2 persen.
Baca juga : Dicaci Maki, Direndahkan, Jokowi Merasa Biasa Saja
"Perlu diketahui, survei GATS ini melibatkan sampel dari 10.170 rumah tangga di negara kita, dan dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes). Saya pernah menjadi Kepala Balitbangkes, sebelum menjadi Direktur WHO Asia Tenggara," beber Prof. Tjandra.
Dalam laman resmi Kementerian Kesehatan per 1 Juni 2022, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyebutkan, merokok elektrik itu sama bahayanya dengan merokok konvensional.
Baca juga : Soal Nyamuk Ber-Wolbachia Untuk Penanganan DBD, Prof. Tjandra Usulkan 3 Hal Ini
Tidak ada bedanya risiko merokok konvensional dan elektrik. Dua-duanya sama bahayanya, baik dari segi sosial ekonomi saat ini, atau masalah penyakit yang mungkin timbul dari aktivitas merokok elektrik di masa datang.
"Mengingat dampak rokok elektronik, maka perlu ada aturan tegas dan tepat yang perlu diterapkan di negara kita, berdasarkan bukti ilmiah. Demi perlindungan kesehatan masyarakat kita," pungkas Prof. Tjandra, yang juga Penerima Rakyat Merdeka Award 2022 bidang Edukasi dan Literasi Kesehatan Masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya