Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi membantah anggapan demokrasi di Indonesia sedang mengalami penurunan. Mantan Wali Kota Solo itu mengatakan, saat ini masyarakat bebas berbicara bahkan sampai ada yang mencaci dan merendahkan presiden.
Hal tersebut disampaikan Jokowi saat ditanya mengenai pernyataan Capres nomor urut 1, Anies Baswedan yang menyebut indeks demokrasi di Indonesia sedang turun saat debat Capres. Menanggapi pernyataan itu, Jokowi menjawab santai sambil tersenyum. Menurut Jokowi, masukan dari Capres tersebut sebagai bahan evaluasi.
Baca juga : Madura Jadi Ujian Berat Bagi PKS
"Tetapi yang jelas kami ini kan tidak pernah melakukan pembatasan-pembatasan apa pun," kata Jokowi, saat memberikan keterangan pers di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (15/12/2023).
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu lantas mencontohkan bagaimana masyarakat bebas berbicara. Bahkan kadang sudah berlebihan
Baca juga : Airlangga Ajak Emiten Terapkan Ekonomi Hijau
"Ada yang dalam berpendapat ada yang maki-maki presiden, ada yang caci maki presiden, ada yang merendahkan presiden, ada yang menjelekkan juga, biasa-biasa saja," tegas Jokowi.
Selain itu Jokowi menjelaskan pemerintah tidak pernah melarang melakukan aksi demo. Terlihat banyaknya demo yang berlangsung setiap minggunya.
Baca juga : Pejabat Banyak Ditangkap, Jokowi: Jangan Tepuk Tangan!
"Di Patung Kuda, di depan Istana juga demo juga hampir setiap minggu, setiap hari juga ada. Juga enggak ada masalah," tuturnya.
Kritikan soal indeks demokrasi yang menurun disampaikan Anies Baswedan dalam Debat Capres yang digelar di Kantor KPU, Selasa (12/12/2023) lalu. Anies mengatakan, ada tiga hal yang harus terpenuhi dalam demokrasi. Pertama adalah adanya kebebasan berbicara.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya