Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Partai Gurem Full Senyum Nih, Yusril Yakin MK Juga Hapus Parliamentary Threshold
Selasa, 14 Januari 2025 15:03 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan ketentuan presidential threshold sebesar 20 persen, kini wacana penghapusan parliamentary threshold atau ambang batas parlemen empat persen mengemuka.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, yakin MK akan mengambil langkah serupa.
“Setelah ada putusan presidential threshold, kemungkinan besar MK juga membatalkan parliamentary threshold yang selama ini selalu dipersoalkan oleh partai-partai politik,” ujar Yusril dilansir ANTARA pada Senin malam (13/1).
Baca juga : Bamsoet Ingatkan Implikasi Putusan MK Soal Penghapusan Presidential Threshold
Menurut Yusril, putusan MK terkait presidential threshold memberikan sinyal kuat bahwa penghapusan ambang batas parlemen bisa dilakukan. Keputusan ini, lanjut dia, akan membuka peluang lebih besar bagi partai-partai kecil untuk memiliki wakil rakyat di DPR.
“Ini paling tidak memberikan secercah harapan bagi partai-partai politik, wabil khusus juga PBB,” kata Ketua Umum Partai Bulan Bintang itu.
Yusril menyebut pemerintah harus segera merumuskan norma hukum baru berdasarkan panduan putusan MK, yang bersifat final dan mengikat. Ia menambahkan, aturan tersebut harus mencerminkan demokrasi yang lebih inklusif, baik untuk Pemilu legislatif maupun pemilihan presiden.
Baca juga : Partisipasi Pemilih Merosot, Semua Pihak Harus Introspeksi
“Pemerintah sekarang tentu dengan jiwa besar harus menghormati dan menerima putusan MK itu,” tegasnya.
Namun, Yusril juga mengusulkan solusi agar jumlah fraksi di DPR tetap terkendali meskipun ambang batas parlemen dihapus. “Menurut saya, lebih baik dibatasi jumlah fraksi di DPR, jumlahnya 10 fraksi. Jadi kalau partai itu kurang dari 10 persen, dia bisa membentuk satu fraksi gabungan,” ucapnya.
Jika MK benar-benar menghapus ambang batas parlemen, partai gurem atau partai kecil yang selama ini sulit menembus parlemen karena tidak cukup syarat parliamentary threshold bisa full senyum ke depannya.
Baca juga : Partai Buruh Mau Gugat Aturan Pencalonan Pilkada
Sebab caleg partai gurem yang selama ini gagal menembus parlemen, meskipun memiliki perolehan suara yang cukup, ke depannya bisa mendapatkan kursinya di Senayan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya