Dark/Light Mode

Wamentan Bilang Presiden Marah MinyaKita Disunat

Tidak Boleh Menari-nari Di Atas Penderitaan Rakyat

Kamis, 13 Maret 2025 08:20 WIB
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memberikan keterangan kepada wartawan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/3/2025). (Foto: YouTube/Sekretariat Presiden)
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memberikan keterangan kepada wartawan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/3/2025). (Foto: YouTube/Sekretariat Presiden)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto ikut menyoroti kasus penyunatan takaran MinyaKita. Prabowo marah dengan tindakan culas tersebut.

Sikap Prabowo tidak disampaikan langsung, tapi diceritakan oleh Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono usai bertemu Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/3/2025). Dalam pertemuan tersebut turut dibahas soal peredaran MinyaKita yang tak sesuai takaran dan masuk dalam penyelidikan oleh Tim Satgas Pangan.

“Iya gimana (nggak marah). Orang banyak rakyat yang marah itu. Nggak hanya Presiden. Kita juga semua marah kan?” ungkap pria yang akrab disapa Mas Dar ini.

Baca juga : Anggota DPR: Saya Terima SPPD

Dalam pertemuan tersebut, lanjut Mas Dar, Presiden mewanti-wanti agar tidak ada pihak yang mengambil keuntungan dari kesulitan rakyat. “Tidak boleh ada siapa pun yang menari-nari di atas kepentingan dan penderitaan rakyat,” tegasnya menirukan pesan Prabowo.

Selain itu, Presiden menginginkan agar pelaku dihukum dengan tegas. Hukuman tersebut harus memberikan efek jera agar tidak ada lagi yang mengulangi perbuatan serupa.

“Intinya, tidak ada siapa pun yang kebal hukum di Indonesia. Menurut Presiden, siapa pun yang melanggar, apalagi merugikan rakyat banyak, harus ditindak dengan tegas,” beber Sudar.

Baca juga : Ada Beras Berkutu Di Gudang Bulog

Sejauh ini, lanjut dia, pihaknya telah melaporkan tiga perusahaan yang diduga melakukan kecurangan dalam pengurangan takaran MinyaKita ke pihak kepolisian. Saat ini, kepolisian tengah memproses laporan tersebut.

“Di Solo, ada dua perusahaan baru yang terindikasi melakukan hal serupa. Nanti akan kami tindak lanjuti,” ungkapnya.

Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah ini menegaskan bahwa semua pelaku usaha yang terbukti melakukan kecurangan harus diberi hukuman agar menimbulkan efek jera. “Dengan ketegasan dalam penegakan hukum, akan muncul efek jera. Orang yang berniat melakukan kecurangan pun akan berpikir ulang sebelum melakukannya,” katanya.

Baca juga : Ardi Manto Adiputra: Ada Kemungkinan Bakal Digugat Ke MK

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ikut berkomentar soal kasus ini. Gibran memastikan bahwa kasus ini akan ditindaklanjuti hingga ke akarnya dan pemerintah tidak akan membiarkan kejadian serupa terulang di masa depan.

“Kita akan tindaklanjuti ini. Kita tidak mau kejadian seperti ini terulang kembali,” tegas Gibran di Jakarta, Rabu (12/3/2025).

Menurut Gibran, setelah kasus kecurangan ini terungkap, pemerintah segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional dan toko kelontong untuk memastikan kualitas dan takaran minyak goreng bersubsidi MinyaKita.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.