Dark/Light Mode

Temui Tito, BNN Bahas P4GN di Pemda dan Perbatasan

Senin, 20 Januari 2020 14:55 WIB
Pertemuan BNN dengan Mendagri (Foto: Dok. Kemendagri)
Pertemuan BNN dengan Mendagri (Foto: Dok. Kemendagri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menerima kunjungan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Heru Winarko beserta jajaran di Ruang Kerjanya di Gedung A Kemendagri, Jakarta, Senin (20/1). Dalam pertemuan tersebut, salah satu yang dibahas terkait optimalisasi Program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) di Lingkungan Pemerintah Daerah dan Perbatasan.      

“Yang kita harapkan dari Kemendagri adalah bagaimana Gubernur, Bupati/Walikota sebagai kepala daerah, untuk melaksanakan P4GN sesuai Inpres Nomor 6 Tahun 2018. Alhamdulillah Pak Mendagri sudah mengeluarkan Permendagri Nomor 12 Tahun 2019 untuk tindaklanjutnya supaya di breakdown ke Pergub, Perbup/Perwako maupun Perda. Gunanya P4GN ini yakni untuk pencegahan, pemberantasan, perdagangan gelap dan penyalahgunaan Narkoba, ini yang kita harapkan dari Pak Mendagri sebagai koordinator, Pembinaan dan Pengawasan Kepala Daerah dan juga sebagai kepala Badan Pengelola Perbatasan (BNPP),” kata Heru usai melakukan pertemuan.        

Baca juga : Hari Ini, Bambang Pamungkas Resmi Jadi Manager Persija

Salah satu implementasinya adalah dengan meminta dukungan Kemendagri untuk melakukan assessment. Ada pun assessment yang dilakukan melalui assessment kesehatan dan assessment sosial yang tak hanya melibatkan Kemendagri saja, namun juga melibatkan semua pihak terkait.      

“Kita BNN kerja sama dukungan dari Kemendagri untuk pelaksanaan assesment, assesment terutama bagi yang ditangkap penegak hukum, kita assesment, dan tentu di sini peranan semua stakeholder kesehatan, sosial, PMK, dan Kemendagri sangat diperlukan, terutama Pak Mendagri untuk para kepala daerah bersama-sama  mensupport hal ini. Yang ketangkap itu bisa kita assessment, assessment ini ada ada 2 yaitu hukum dan medis,” ujar Heru.        

Baca juga : RI-Swedia Bahas Penguatan Kerja Sama Transportasi

Terkait status Mendagri yang juga menjadi Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), BNN juga meminta kerja sama untuk memperkuat jalur perbatasan yang kerap disalahgunakan untuk menyelundupkan Narkotika dari berbagai negara. “Untuk perbatasan, perbatasan kita tahu bahwa dalam berapa tempat di perbatasan yang menjadi fokus kita, terutama masuknya Narkoba, karena Kepala dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan itu Pak Mendagri, kita ketemui agar bagaimana perbatasan ini bisa kita perkuat, perbatasan kita cukup banyak, cukup luas, baik perbatasan darat, laut, dan udara, ini yang perlu menjadi fokus kita,” ujar Heru.         

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) yang juga Plt. Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar, menyatakan, Mendagri menyambut baik dan mendukung sepenuhnya program P4GN yang dilakukan BNN. “Pertama adalah mendukung bagaimana rencana aksi terpadu tadi, rencana aksi daerah dalam hal P4GN. Kedua, Pak Mendagri selaku Kepala BNPP sangat mendukung usulan Pak Kepala BNN dan tim supaya nanti ada sinergi bagaimana unsur-unsur terkait atau lembaga-lembaga terkait di Pos Lintas Batas Negara itu bisa sinergi menjadi tim yang terpadu. Tetapi prinsipnya Pak Mendagri baik sebagai Menteri maupun sebagai Kepala BNPP mendukung sepenuhnya bagaimana mewujudkan tujuan-tujuan yang hendak dicapai oleh BNN,” kata Bahtiar.        

Baca juga : Sergio Farias Resmi Jadi Pelatih Baru Persija

Kemendagri telah berupaya melaksanakan P4GN dan Prekursor Narkotika dengan mengambil langkah kebijakan yang dapat dijadikan acuan bagi pemerintah daerah dalam melaksanakan pencegahan penyalahgunaan Narkotika di daerah. Salah satunya dengan mengeluarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 12 Tahun 2019 Tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika. [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.