Dark/Light Mode

Soal Corona, Banyak Kepala Daerah Ngomongnya Ngawur

Minggu, 5 April 2020 07:47 WIB
Ridho Yahya (Foto: Istimewa)
Ridho Yahya (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Kedua, Bupati Pidie Roni Ahmad. Ini lebih aneh lagi. Dia tampaknya penganut teori konspirasi. Dalam video yang viral beredar di media sosial, Roni menyebut corona sebagai senjata biologis negara tertentu. 

Ini dipaparkan Roni saat berbincang dengan sejumlah pejabat wilayah itu. Salah satunya, Kepala Dinas Kesehatan Pidie Efendi. “Kalau menurut saya, Pak Kadis Kesehatan, ya ini virus Corona ini berasal dia dari senjata biologis,” ujar Roni dalam video berdurasi sekitar 4 menit itu. 

Baca juga : Tameng Sri Mulyani Akan Dilucuti DPR

Dengan pede, dia menyebut, virus itu aktif melalui listrik. “Jadi senjata biologis sudah masuk ke dalam ranah teknologi elektronik, jadi jarak kerjaannya dia yang pertama kali yang mendukung faktor dia bisa bekerja adalah salah satunya adalah listriknya, pembangkitnya, listrik, dia sama,” paparnya. 

Menurut Roni, virus itu memang dirancang untuk memusnahkan sebagian rakyat yang sudah memenuhi negara itu. “Rakyatnya sudah membludak, dan tidak ada tempat lagi untuk berteduh di negaranya. Kebiasaan mereka akan melakukan hal-hal seperti ini,” sambung Roni. 

Baca juga : Tito ke Kepala Daerah yang Lakukan Pemblokiran Jalan: Buka!

Dia juga menuding virus itu akan digunakan sebagai senjata dalam perang dunia ketiga. Di akhir video, Roni menyatakan kondisi Pidie saat ini masih normal dan stabil. Masyarakat diminta tak panik. Tapi dia mengancam bakal melockdown wilayahnya jika virus corona sudah merebak di wilayahnya. “Saya tidak peduli siapa dia, kalau tiba waktunya, apa pun saya lockdown,” tegasnya. 

Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemerintah Kabupaten Pidie, Muhammad Fadhil mengatakan, video itu belum lama diambil. Tepatnya ketika Roni meninjau posko penanganan Corona pada Kamis (2/4) malam. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.