Dark/Light Mode

Tetap Pada Posisi Penyeimbang, PDIP Akui Sehati Dengan Pemerintah

Senin, 27 Juli 2026 06:50 WIB
Juru Bicara PDIP Guntur Romli. (Foto: Instagram/gunromli)
Juru Bicara PDIP Guntur Romli. (Foto: Instagram/gunromli)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut PDI Perjuangan (PDIP) sejatinya memiliki hati yang sama dengan Pemerintah menuai respons positif dari elite partai politik. PDIP mengakui memiliki kesamaan visi kebangsaan dengan Pemerintah, namun menegaskan tetap berada di luar kabinet sebagai kekuatan penyeimbang.

Juru Bicara PDIP Guntur Romli mengatakan, partainya sepakat dengan Presiden Prabowo bahwa tidak ada perbedaan dalam hal komitmen membela bangsa dan negara. 

“Setuju dan sependapat. Tidak ada perbedaan sedikit pun,” tegas Guntur, Minggu (26/7/2026). 

Menurut Guntur, perbedaan antara PDIP dan Pemerintah hanya terletak pada posisi politik. Saat ini, PDIP memilih berada di luar pemerintahan sesuai hasil Kongres, Rakernas, dan instruksi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. 

Baca juga : Pastikan Maju Pileg 2029, Kaesang Bakal Bertarung Di Dapil Puan Maharani

“Yang membedakan kami adalah posisi politik saat ini. PDI Perjuangan berada di luar pemerintahan sebagai kekuatan penyeimbang untuk menjaga mekanisme checks and balances,” tandasnya. 

Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo menilai, kesamaan citacita tidak otomatis mengharuskan seluruh partai politik bergabung dalam koalisi Pemerintah. Dia menegaskan, seluruh kekuatan politik memiliki tanggung jawab yang sama menjaga bangsa dan menjalankan amanat UUD 1945. 

“Dalam pengertian itu, tentu semangat kebangsaan kita sama,” kata Ganjar. 

Namun, mantan Gubernur Jawa Tengah itu menegaskan, demokrasi membutuhkan pembagian peran antara Pemerintah dan kekuatan penyeimbang agar fungsi pengawasan berjalan efektif. 

Baca juga : Jika ID Food-KDMP Duet, Warung Pangan Moncer

“Ini merupakan mekanisme yang sehat agar checks and balances berjalan dan kekuasaan tidak kehilangan kontrol,” ujarnya. 

Ganjar memastikan, PDIP tetap menghormati Presiden Prabowo sebagai kepala pemerintahan, tetapi akan menjalankan fungsi kontrol secara konsisten. 

“Kritik yang kami sampaikan bukan untuk menjatuhkan pemerintah, melainkan menjaga agar kebijakan tetap berada dalam koridor konstitusi dan berpihak kepada rakyat,” katanya. 

Senada, Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus mengatakan, banyak agenda Pemerintah yang sejalan dengan perjuangan PDIP. Mulai dari pemberantasan stunting, pendidikan, ekonomi kerakyatan, pengentasan kemiskinan, pembangunan desa, kedaulatan pangan, hingga pemberdayaan nelayan. 

Baca juga : Target Mandiri Farmasi, RI Gandeng Mitra Global

“Terhadap semua kebijakan dan program yang baik, kami akan selalu bersama Pemerintah. Tetapi terhadap hal-hal yang berbeda kami akan selalu mengingatkan dan menyampaikan kritik,” ujarnya. 

“PDI Perjuangan tetap berada di luar pemerintahan, agar dapat memberikan masukan dan kritik secara objektif,” tandas Deddy. 

Politikus Partai Gerindra, Sugiat Santoso menilai pernyataan Prabowo mencerminkan semangat persatuan di tengah perbedaan pilihan politik. Dia mengatakan, apa yang disampaikan Pak Prabowo adalah refleksi jujur atas fondasi kebangsaan. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.