Dark/Light Mode

Juli, Corona Wassalam?

Minggu, 26 April 2020 07:41 WIB
Ilustrasi masyarakat waswas setiap pengumuman perkembangan Covid-19 (Kartun/Mice)
Ilustrasi masyarakat waswas setiap pengumuman perkembangan Covid-19 (Kartun/Mice)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kapan pandemi virus corona berakhir di Tanah Air? Mahfud MD punya prediksi. Menurut Menko Polhukam itu, penyebaran virus asal China itu akan berhenti Juli. Semoga prediksi ini benar. Aamiin.

Sejumlah negara sudah mengumumkan keberhasilan melawan pandemi virus corona. Setelah China, adalah Vietnam yang mulai melonggarkan masa lockdown. Negara yang bertetangga dengan China itu, melaporkan tak ada kasus baru dalam 7 hari berturut-turut. Vietnam memulai lockdown awal April lalu. Akibatnya banyak bisnis yang harus tutup. 

Pemerintah Vietnam kini mulai fokus melakukan recovery ekonomi. Toko sudah bisa buka, tempat wisata siap menyambut wisatawan lokal. Bahkan liga Vietnam resmi dijadwalkan bergulir 15 Mei mendatang. 

Baca juga : Bisakah Corona Cepat Berlalu?

Bagaimana dengan Indonesia? Sampai kemarin, jumlah kasus corona masih bertambah. Namun pemerintah optimis, pada Juli nanti wabah ini akan berakhir. Keyakinan itu disampaikan Mahfud dalam live streaming bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 BNPB, kemarin. 

Mahfud mengatakan, pemerintah mengantisipasi penanganan virus corona hingga Desember 2020. Meski begitu, pemerintah memprediksi penyebaran virus ini akan melandai Juli nanti atau setelah Lebaran. Menurut Mahfud, pemerintah akan terus melakukan perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga situasi aman. “Tak hanya sampai Lebaran. Antisipasi pemerintah cuti Lebaran, hari raya ditiadakan dipindahkan ke Desember,” kata Mahfud. 

Presiden Jokowi juga sebelumnya memprediksi, penyebaran virus corona akan mulai melandai Juli mendatang. Asalkan, masyarakat disiplin mematuhi aturan pemerintah. Menurut Jokowi, kasus corona di Indonesia akan mencapai puncaknya pada Mei. Kemudian setelah itu melandai. Itu dapat terwujud jika masyarakat memiliki kedisiplinan yang kuat. Sehingga pada Juli sudah masuk pada posisi ringan. 

Baca juga : Kerja Jalan, Doa Jalan

Sejumlah perguruan tinggi pernah membuat model yang memprediksi berakhirnya wabah corona. Sejumlah universitas itu antara lain Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Sebelas Maret (UNS). Hasil penelitian tersebut kurang lebih intinya sama. Puncak pandemi corona ada di pekan ke-12 atau saat Lebaran nanti. 

Mungkinkah wabah berakhir pada Juli? Guru Besar Statistika UGM, Prof. Dedi Rosadi mengatakan, dari hasil penelitian diketahui wabah ini akan berakhir Juli nanti. Prediksi itu menggunakan pemodelan probabilistik dengan dasar data nyata atau probabilistik data-driven model (PDDM), dengan asumsi waktu puncak tunggal. Prediksi tersebut, kata Dedi, bersifat sementara dan diperbaharui berkala sesuai data yang ada untuk prediksi jangka panjang. 

Hanya saja, lanjut dia, tergantung dari ketegasan pemerintah menetapkan menjaga jarak. Menurut dia, fenomena mudik yang berlangsung secara massif dapat memicu akhir pandemi mundur dari perkiraan awal. Adanya mudik menyebabkan perkiraan laju tambahan jumlah kasus di setiap wilayah akan berbeda. “Sehingga mempengaruhi time line dan nilai akhir total prediksi nasional,” kata Dedi Rosadi, kemarin. 

Baca juga : Jangan Biarkan Corona Meluas

Menurut Dedi, fenomena mudik Mei 2020 secara massif atau bentuk migrasi lain dari daerah pusat penyebaran, khususnya daerah zona merah sangat berpotensi ditunggangi virus. Ia mengapresiasi pemerintah sudah melarang mudik. Hal tersebut sejalan dengan upaya pengendalian risiko wabah yang bila ditaati akan menghambat tumbuhnya klaster-klaster penyebaran baru di seluruh Indonesia. 

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng M. Faqih mengatakan, angka kasus atau grafik yang terdata saat ini di Indonesia tidak bisa menjadi patokan kapan wabah ini akan berakhir. Begitu juga kapan puncaknya dan penurunan kasusnya. “Kami sebenarnya berpandangan bahwa data yang sekarang itu tidak cukup untuk betul-betul bisa memprediksi kapan puncak, kemudian kapan menurun,” ujarnya. 

Sementara WHO menyatakan pandemi ini belum akan berakhir dalam waktu dekat karena banyak negara yang baru sampai pada tahap awal pertarungan melawan wabah. “Jangan salah: kita masih harus menempuh jalan panjang. Virus ini akan bersama kita untuk waktu yang lama,” kata Sekjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.