Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tajdid Institute Sebar Paket Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19

Selasa, 19 Mei 2020 14:31 WIB
Paket sembako dari Tajdid Institute yang disebar di Bandung Raya (Foto: Dok. TI)
Paket sembako dari Tajdid Institute yang disebar di Bandung Raya (Foto: Dok. TI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah situasi sulit dan serba keterbatasan karena dampak Covid-19, Tajdid Institute (TI) menggelar bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. TI merupakan sebuah lembaga kajian pemikiran Islam dan perdaban dunia.

Menurut Direktur Eksekutif TI, Atip Latipulhayat, bantuan sosial ini bersumber dari gotong royong semua anggota TI. Anggota TI merupakan aktivis Muslim dengan latar belakang profesi beraneka ragam. Secara umum, mereka memiliki irisan latar belakang dengan Persatuan Islam (Persis), organisasi Islam terbesar ketiga di Indonesia.

Berita Terkait : Komitmen Diaspora Siap Bantu Korban PHK dan Warga Terdampak Corona

"Ini merupakan bentuk kepedulian teman-teman yang memiliki ikatan emosional yang kuat terhadap Persis, yang tergabung dalam Tajdid Institute," kata Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung itu, Selasa (19/5).

Ratusan paket lebaran dan sembako itu didistribusikan di daerah Bandung Raya, yang meliputi Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat. Wilayah Bandung Raya ini sudah menerapkan PSBB, termasuk wilayah yang terdampak Covid-19 dengan peningkatan kasus positif yang cukup signifikan.

Berita Terkait : PSI Sarankan Penyegaran Kabinet untuk Hadapi Wabah Covid-19

"Tajdid Institute ikut mengartikulasikan islam yang ramah, dan islam yang peduli akan kondisi sosial yang ada. Hadirnya bantuan ini menandakan hadirnya rasa solidarisatas, rasa kemanusiaan, dan rasa emosioanl yang tak lekang oleh tempat dan waktu," ungkap Atip.
    
Atip, yang sering menjadi pembicara soal hukum internasional di Eropa ini, juga berharap agar bantuan ini bisa bermanfaat bagi yang terdampak Covid-19. "Apalagi di bulan Ramadhan, yang merupakan bulan solidaritas sosial," tutupnya. [USU]