Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ketua MPR Bagikan Paket Sembako untuk Pemulung

Sabtu, 16 Mei 2020 16:57 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kedua kanan) memberikan bantuan kemanusiaan kepada para pemulung, di Jakarta, Sabtu (16/5). (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kedua kanan) memberikan bantuan kemanusiaan kepada para pemulung, di Jakarta, Sabtu (16/5). (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo bersama Gerakan Keadilan Bangun Solidaritas (GERAK BS) dan Relawan 4 Pilar MPR kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa paket sembako ke berbagai kelompok masyarakat. Kali ini ditujukan kepada para pemulung di sekitaran DKI Jakarta.

"Pemulung merupakan salah satu profesi yang berkontribusi terhadap kebersihan lingkungan. Sumbangan mereka terhadap perekonomian nasional juga tak bisa diremehkan. Badan Pusat Statistik mencatat, kontribusi dari sektor persampahan, limbah, dan daur ulang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) rata-rata pertahunnya dikisaran RP 10 triliun atau hampir 1 persen bagi PDB," ujar politisi yang akrab disapa Bamsoet ini usai memberikan bantuan kemanusiaan kepada para pemulung, di Jakarta, Sabtu (16/5).

Berita Terkait : IKA SMANSA Bogor Bagi-bagi Paket Sembako Untuk Para Guru

Mantan Ketua DPR ini menjelaskan, kondisi wilayah DKI Jakarta yang masih tinggi penyebaran Covid-19 ditambah masih tingginya ketidakpatuhan warga menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sangat membuat pemulung rentan terpapar Covid-19. Masih banyak dijumpai, warga yang mendapatkan privilese Work From Home (WFH) malah keluyuran ke luar rumah dan menjadi penyebar virus Covid-19.

"Sedangkan bagi pemulung yang mengandalkan pendapatan harian, tak mungkin mereka WFH. Disisi lain, mereka tetap harus beraktifitas demi menjaga lingkungan tetap bersih. Kesadaran masyarakat DKI Jakarta untuk menjalankan PSBB dengan WFH, akan sangat membantu kehidupan pemulung. Paling tidak, bisa meminimalisir penyebaran Covid-19," tutur Bamsoet.

Berita Terkait : Wali Kota Medan Nonaktif Dituntut 7 Tahun Penjara

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini juga mengingatkan agar perekonomian nasional yang kini sedang terseok-seok bisa segera pulih, kunci utamanya adalah dengan mempercepat pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19. Sebesar apapun stimulus ekonomi yang diberikan, jika mata rantai Covid-19 tak segera diputus, tak akan ada artinya.

"Semakin lama virus Covid-19 hidup di Indonesia, semakin sulit perekonomian bisa bangkit. Semakin sulit perekonomian bangkit, semakin sulit juga kehidupan masyarakat," tandas Bamsoet.

Berita Terkait : Ikatan Istri Fraksi Partai Golkar Bagikan Sembako untuk 10 Ponpes dan Panti Asuhan

Di Amerika saja, lanjut Wakil Ketua Umum SOKSI ini, sudah hampir 20 juta warganya di PHK (pemutusan hubungan kerja). Di Australia, 600.000 warganya mengalami nasib serupa. Pun demikian di Indonesia, badai PHK juga sudah berada di depan mata, tercatat hampir 2 juta warga kehilangan pekerjaan.

"Karena itu, mari gotong royong memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Yakni dengan disiplin menjaga kesehatan diri dan keluarga, taat melakukan physical distancing serta memakai masker jika terpaksa harus ke luar rumah. Dari hal sederhana itulah, kita bisa menggairahkan kembali perekonomian nasional, sehingga tak ada lagi warga yang menjadi korban PHK," pungkas Bamsoet. [USU]