Dark/Light Mode

Gara-gara RUU Haluan Ideologi Pancasila

212 Ada Nyawanya Lagi

Senin, 15 Juni 2020 07:44 WIB
Ilustrasi alumni 212. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi alumni 212. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Terkait poster aksi, Haikal tidak menjawab pasti. Namun, dia mengakui, saat ini pihaknya kini sedang menginisiasi pertemuan dengan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas). Kemungkinan akan digelar dalam pekan ini. Tujuannya, untuk menyusun langkah apa saja yang akan diambil terkait RUU HIP itu.

Ia memastikan, apapun keputusan dari pertemuan tersebut, tetap dalam koridor menghormati konstitusi dan dilakukan dengan caracara yang santun. “Saya tidak bilang demo,” tegas Haikal kepada Rakyat Merdeka tadi malam.

Baca juga : PKB Minta RUU Haluan Ideologi Nasional Dirombak Total

Di tengah pandemi Covid-19, Haikal menilai hal mendesak yang harus dilakukan pemerintah saat ini adalah memastikan kesehatan dan kesejahteraan atau ekonomi masyarakat. Bukan RUU HIP.

Soal RUU HIP ada potensi membangkitkan PKI, dia punya dasarnya. Apalagi, lanjut dia, PDIP yang awalnya menolak, justru mendukung dan mengusulkan agar TAP MPRS Pembubaran PKI di masukkan ke dalam RUU HIP.

Baca juga : Apa DPR Masih Mau Beresin RUU Haluan Ideologi Pancasila?

“Ada 2 hal, kenapa PDIP yang respon. Kebaca kan siapa yang ngusulin. Begitu lihatnya... oh, PDIP. Kedua, kita tidak mau memasukkan tambahan apapun atau mengubah apapun. Kita hanya mau UUD dan Pancasila. Tidak didegradasi dengan RUU HIP,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya setuju TAP MPRS Pembubaran PKI Masuk RUU HIP. Selain komunisme, ideologi lain seperti kapitalisme, liberalisme, marxisme, radikalisme serta bentuk khilafahisme, juga ditambahkan dalam RUU HIP sebagai ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.