Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Gara-gara RUU Haluan Ideologi Pancasila
212 Ada Nyawanya Lagi
Senin, 15 Juni 2020 07:44 WIB
Sebelumnya
Terkait poster aksi, Haikal tidak menjawab pasti. Namun, dia mengakui, saat ini pihaknya kini sedang menginisiasi pertemuan dengan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas). Kemungkinan akan digelar dalam pekan ini. Tujuannya, untuk menyusun langkah apa saja yang akan diambil terkait RUU HIP itu.
Ia memastikan, apapun keputusan dari pertemuan tersebut, tetap dalam koridor menghormati konstitusi dan dilakukan dengan caracara yang santun. “Saya tidak bilang demo,” tegas Haikal kepada Rakyat Merdeka tadi malam.
Baca juga : PKB Minta RUU Haluan Ideologi Nasional Dirombak Total
Di tengah pandemi Covid-19, Haikal menilai hal mendesak yang harus dilakukan pemerintah saat ini adalah memastikan kesehatan dan kesejahteraan atau ekonomi masyarakat. Bukan RUU HIP.
Soal RUU HIP ada potensi membangkitkan PKI, dia punya dasarnya. Apalagi, lanjut dia, PDIP yang awalnya menolak, justru mendukung dan mengusulkan agar TAP MPRS Pembubaran PKI di masukkan ke dalam RUU HIP.
Baca juga : Apa DPR Masih Mau Beresin RUU Haluan Ideologi Pancasila?
“Ada 2 hal, kenapa PDIP yang respon. Kebaca kan siapa yang ngusulin. Begitu lihatnya... oh, PDIP. Kedua, kita tidak mau memasukkan tambahan apapun atau mengubah apapun. Kita hanya mau UUD dan Pancasila. Tidak didegradasi dengan RUU HIP,” pungkasnya.
Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya setuju TAP MPRS Pembubaran PKI Masuk RUU HIP. Selain komunisme, ideologi lain seperti kapitalisme, liberalisme, marxisme, radikalisme serta bentuk khilafahisme, juga ditambahkan dalam RUU HIP sebagai ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya