Dewan Pers

Dark/Light Mode

Terapkan Protokol Kesehatan, 143 Desa di Ciamis Siap Laksanakan Pilkades Serentak

Selasa, 4 Agustus 2020 20:38 WIB
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya. (Foto: Antara)
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 143 desa di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, siap melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 15 Agustus 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk mengantisipasi kasus penularan Covid-19 baru dalam kegiatan itu.

"Kita harus sukses dalam pelaksanaan pilkades. Namun harus tetap mempedomani protokol kesehatan agar menghentikan penyebaran Covid-19 dan tidak ada klaster baru," kata Bupati Ciamis Herdiat Sunarya saat rapat persiapan pelaksanaan Pilkades serentak di Ciamis, Selasa (4/8).

Ia menuturkan, Pemkab Ciamis telah melakukan persiapan untuk mensukseskan pilkades termasuk penerapan protokol kesehatan yang harus matang untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19.

Berita Terkait : Menhub Tinjau Dua Pelabuhan Penyeberangan

Wabah tersebut, lanjut dia, masih terjadi sehingga seluruh elemen masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan, terutama saat pelaksanaan pilkades dengan selalu menggunakan masker, tidak berkerumun dan rajin cuci tangan menggunakan sabun.

"Pilkades serentak harus terlaksana dengan sukses, semoga pelaksanaan pilkades serentak tidak timbul klaster baru kasus Covid-19," katanya.

Ia mengatakan, pilkades serentak itu akan disiapkan 553 Tempat Pemilihan Suara (TPS) atau setiap desa memiliki tiga sampai lima TPS untuk menghindari kerumunan orang.

Berita Terkait : Naik Signifikan, Pergerakan Penumpang Di Idul Adha

Menurutnya, banyaknya TPS itu akan mengurangi lama antrean, selain itu waktu kedatangan warga juga akan diatur agar tidak terjadi kerumunan orang di lokasi TPS.

"Diharapkan para camat harus mampu menjalin kerja sama dengan pihak pengamanan baik TNI, Polri dan panitia untuk mengatur jadwal kedatangan atau jumlah pemilih yang datang ke TPS," kata Herdiat.

Wakil Kepala Polres Ciamis Kompol Hidayatullah menambahkan, jajarannya sudah memetakan peta konflik atau daerah yang dinilai rawan terjadi konflik saat pilkades.

Berita Terkait : Berkurban di Pacitan, Ibas Harap Tantangan Negara Saat Pandemi Teratasi

Ia menyebutkan, ada 26 desa yang masuk dalam kategori rawan dan 10 desa sangat rawan berdasarkan hasil kajian dan analisa terhadap desa tersebut yang sebelumnya pernah terjadi konflik sosial.

"Kita siap bantu pengamanan pelaksanaan pilkades serentak, dan meminimalisir terjadinya permasalahan dalam pelaksanaannya," kata Hidayatulloh. [SRI]