Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Belakangan ini heboh film pendek berjudul “Tilik”. Ceritanya, sekumpulan emak-emak naik truk terbuka hendak membesuk lurah mereka yang baru saja nggeblak, jatuh sakit. Sebagian besar seting berlangung di atas truk, dari desa tempat emak-emak ini tinggal, menuju ke rumah sakit.
Sepanjang jalan melewati persawahan dan perbukitan Bantul yang indah, tokoh utamanya, Bu Tejo, ngegosipin kembang desa bernama Dian. Lambe Bu Tejo ceriwis betul. Landep turah-turah. Penonton dibikin geregetan. Sampai-sampai banyak yang kepengin melester hingga ngecor mulut Bu Tejo yang menye-menye tetangganya itu dengan bahasa Jogjanan yang khas.
Respons emak-emak saat mendengar gosip Bu Tejo, yang bersumber dari pengamatan pribadi dan informasi yang beredar di media sosial, berbeda-beda. Ada yang langsung percaya, menelan mentah-mentah, taklid buta, dan bahkan nambahin cabe gosip biar tambah pedes. Ada pula yang ngajak berbaik sangka, hati-hati, cek dan ricek, yang dalam bahasa agamanya, tabayyun. Meskipun ternyata, di akhir film, gosip Bu Tejo fakta adanya.
Baca juga : Bantu Tangani Corona, Pelindo lll Gelontorin Rp 27 Miliar
Beruntung Bu Tejo julidnya di atas truk. Bukan di media sosial. Kalau di Twitter, bisa-bisa ia kena persekusi, teror, bahkan kriminalisasi. Apalagi Bu Tejo sempet nyinggung-nyinggung Lurah. Untuk perkara begini, jadi ngeri sambil manggut-manggut baca salah satu judul berita tempo hari, Kritik Dibalas Teror, Buzzer Dibayar Honor.
Tetapi, sebenarnya, bukan soal kritik dan buzzer yang ingin diutarakan penulis. Ternyata, amat banyak bertebaran film pendek berkualitas di kanal Youtube. Nggak cuman Tilik besutan sineas Wahyu Agung Prasetyo yang lagi trending topic di berbagai platform media sosial beberapa hari ini.
Film-film pendek ini dibuat atas kerja sama lintas intansi. Misalnya dengan Dinas Kebudayaan. Bagi saya, ini tak terlalu istimewa, sebab wajar untuk promosi pariwisata. Yang menarik, KPK, lembaga antirasuah yang kini lagi embuh, juga sempat bikin film pendek. Sepertinya, dibikin saat periode kepemimpinan KPK yang lalu.
Baca juga : Sempat Dievakuasi ke Kejari Jaksel, Jaksa Pinangki Cs Dibalikin Lagi ke Rutan Kejagung
Misalnya, film berjudul Unbaedah. Yang main pemeran Bu Tejo juga, Siti Fauziah. Melalui film ini, KPK nitip pesan, jangan suka ngentit. Meski sekadar nasi berkat selametan tahlilan lelayu, milik tetangganya. Bisa-bisa nggak nyenyak tidur kayak Bu Baedah. Dihantui rasa bersalah dan takut. Sekadar nasi berkat saja bikin repot, apalagi ngentit duit proyek triliunan.
Ada lagi Tinuk. Pesannya nggak jauh berbeda dengan Unbaedah. Menceritakan seorang tukang parkir, di tengah kemelaratan dan kekurangan, mati-matian menjaga integritasnya. Ogah ngentit duit parkiran milik desa untuk memenuhi keinginan istrinya beli barang yang nggak terlalu perlu, smartphone. Yang mau dipakai hanya untuk sekadar ikutan keren, selfie-selfie, seperti tetangga-tetangganya.
Film-film pendek ini dikemas dengan ringan dan renyah, dengan bumbu komedi. Pesannya sederhana namun amat penting. Mudah dinikmati wong-wong cilik. Meski sebetulnya, wong-wong cilik ini nggak bakalan punya niat nggarong duit triliunan. Selain bakal bingung bagaimana menghabiskannya, mereka juga tak punya akses. Tetapi, godaan untuk mengambil hak orang lain memang berawal dari peristiwa sederhana yang dialami banyak orang sehari-hari, seperti yang disajikan dalam dua film tersebut.
Baca juga : Buntut Kebakaran, Jaksa Agung Pindah Kantor Sementara
Baiknya, lembaga antirasuah, ataupun institusi penegak hukum lain, sering-sering bikin film beginian. Sebab, rasanya amat malu lagi-lagi ada oknum penegak hukum merilis "film pendek" yang sukses jadi bahan tertawaan dunia maya, hingga dunia internasional. "Because is dead. You got penalty. I will help you for simple process. Just here you pay one million. Maximal one million," begitu potongan dialog saran aparat kepada turis Jepang yang lagi montoran di Bali, dalam film pendek yang juga lagi viral beberapa hari ini.
"Ih Ya Allah. Nuraninya itu loh dipakai, empatinya itu loh Pak, Ya Allah. Apa tak telefon ke saudara saya yang polisi? Bintangnya lima jejer-jejer, berani apa?" cerocos Bu Tejo menimpali.
Faqih Mubarok, Wartawan Rakyat Merdeka
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya