Dark/Light Mode

Berdayakan Nahdliyin, NU Circle-KLHK Teken MoU Perhutanan Sosial

Selasa, 8 September 2020 16:55 WIB
Penandatangan MoU antara NU Circle dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang perhutanan sosial. (Foto: Istimewa)
Penandatangan MoU antara NU Circle dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang perhutanan sosial. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum NU Circle R Gatot Prio Utomo menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tentang perhutanan sosial, Selasa (8/9). Program ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat nahdliyin.

"Kami bersyukur, hari ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan kepercayaan kepada masyarakat profesional nahdliyin melalui NU Circle untuk memberdayakan warga nahdliyin di sekitar hutan. Nantinya, NU Circle akan menjadi pendamping masyarakat dalam memanfaatkan hutan sosial sehingga akses dan sinergi antara produsen dan industri dapat terbina dengan baik," tutur pria yang akrab disapa Gus Pu ini, dalam keterangannya, Selasa (8/9).

Berita Terkait : Tren Karhutla Turun, Pemerintah Ajak Semua Pihak Tetap Waspada

Dia mengatakan, saat ini, ada sekitar 12,7 juta hektare lahan dalam program kehutanan sosial. Masyarakat dapat memanfaatkan lahan hutan untuk kegiatan pertanian sehingga memberikan nilai tambah ekonomi. "Saya yakin dengan program yang tepat, melalui pendampingan dan akses permodalan yang baik, serta kepastian pemasaran, program ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," harap Gus Pu.

Di sisi hilir, NU Circle juga telah mendirikan Koperasi NU Circle Nusantara (Kopnuc). Koperasi ini diharapkan dapat menjadi pembeli produk-produk pertanian dan kehutanan yang dihasilkan para petani perhutanan sosial.

Baca Juga : Denmark Vs Inggris, Pantang Kalah Setelah Berbenah

“Kami juga sedang membangun Nucommerce agar produk hasil pertanian dapat dipromosikan dan diperdagangkan secara online di semua plafform e-commerce. Sehingga para petani dan produsen dapat mendapatkan harga komoditas lebih kompetitif," ujarnya.

Ke depan, kata Gus Pu, masyarakat nahdliyin harus menjadi kekuatan ekonomi umat yang memberikan kontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi nasional. Saat ini, satu-satunya faktor yang masih bisa menahan pertumbuhan ekonomi nasional adalah konsumsi rumah tangga.

Baca Juga : Pengembangan Korporasi Kedelai Di Grobogan Tingkatkan Kesejahteraan Petani

“Jika penghasilan dan kesejahteraan petani dan masyarakat nahdliyin ini diperbaiki, maka konsumsi rumah tangga dengan sendirinya akan naik. Itu artinya pertumbuhan ekonomi nasional akan terjaga,” pungkasnya. [MEN]